Karyawan Produksi Mie Gacoan Keluhkan Gaji Tak Sesuai UMR di Kendari

waktu baca 2 menit
Sabtu, 2 Agu 2025 10:18 420 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Seorang karyawan produksi di salah satu gerai Mie Gacoan di Kota Kendari mengeluhkan sistem pengupahan yang tidak sesuai standar.

Karyawan yang meminta identitasnya disamarkan dengan nama Nawir ini menyebut bahwa gaji yang diterima tidak sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) Kota Kendari.

“Saya bekerja selama 9 jam, termasuk 1 jam istirahat. Namun gaji yang kami terima tidak sesuai UMR,” ujar Nawir kepada wartawan media ini, Jumat (01/08/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa manajer gerai, Anwar, pernah menjelaskan bahwa gaji karyawan ditentukan berdasarkan jumlah pemasukan dari pengunjung. Sementara itu, gaji manajer dan jajaran atasan berasal langsung dari pusat perusahaan.

Lebih lanjut, Nawir menyebutkan bahwa beban kerja di tempatnya cukup berat. Meskipun beberapa karyawan sudah terbiasa dengan ritme tersebut, banyak juga yang merasa keberatan karena upah yang dianggap tidak sebanding.

“Kalau yang sudah terbiasa kerja berat, mungkin tidak jadi masalah. Tapi banyak teman-teman yang mengeluh karena tidak terbiasa. Saya sendiri sudah bekerja selama enam bulan,” tambahnya.

Nawir juga menyoroti tidak adanya uang makan bagi karyawan, meski jam kerja aktif mencapai delapan jam, ditambah satu jam istirahat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Gacoan Kendari belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan tersebut. Dihubungi secara terpisah, nomor telepon milik Anwar selaku manajer gerai Gacoan Kendari tidak aktif dan belum dapat dikonfirmasi.

Penulis : La Ode Idris Syaputra

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA