Pemkot Kendari Gandeng PYC, Siapkan Kolaborasi Strategis Menuju UCLG ASPAC dan Kota Berkelanjutan

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Mei 2026 11:18 63 radarkendari.id

Kendari – Pemerintah Kota Kendari mulai mematangkan langkah strategis menuju forum internasional UCLG ASPAC dengan menggandeng Yayasan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC).

Pertemuan bilateral yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Kendari, Rabu (6/5/2026), menjadi momentum penting untuk menyinergikan program pembangunan daerah dengan dukungan jejaring nasional dan internasional.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, bersama jajaran teknis Pemerintah Kota Kendari, di antaranya Kepala Bappeda, Sekretaris Bappeda yang juga menjabat Plt. BRIDA, serta perwakilan Dinas Kominfo.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kolaborasi dengan PYC diharapkan tidak hanya mendukung suksesnya agenda UCLG ASPAC, tetapi juga memperkuat percepatan pembangunan Kota Kendari melalui berbagai program strategis.

“Tujuan hari ini adalah mensinergikan kegiatan UCLG ASPAC dan program Pemerintah Kota Kendari, sekaligus mempromosikan potensi yang ada di kota ini. Kami berharap ada titik temu kolaborasi, terutama untuk program-program pemerintah yang bisa disupport bersama,” ujar Siska Karina Imran.

Dalam forum tersebut, Pemkot Kendari memaparkan tiga persoalan utama yang saat ini menjadi prioritas penanganan, yakni pengendalian banjir, revitalisasi layanan air minum PDAM, serta pengelolaan persampahan.

Khusus sektor persampahan, Pemkot Kendari mulai menyiapkan langkah menuju target nasional waste to energy tahun 2027 yang dicanangkan pemerintah pusat.

Salah satunya melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di sisi hulu serta penguatan Bank Sampah di tingkat kelurahan.

“Hingga saat ini, sekitar 30 dari 65 kelurahan sudah memiliki Bank Sampah. Kita ajarkan masyarakat memilah sampah plastik dan B3 agar memiliki nilai ekonomi,” jelas Wali Kota.

Tak hanya fokus pada isu lingkungan, Pemkot Kendari juga mempromosikan potensi investasi daerah melalui Kawasan Industri Terpadu (KKIT) seluas 1.500 hektar yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Melalui forum UCLG ASPAC, Pemkot berharap dapat membuka peluang kerja sama dan transfer teknologi dengan berbagai pemerintah daerah di kawasan ASEAN.

Sementara itu, pihak Yayasan Purnomo Yusgiantoro Center menyambut positif langkah progresif Pemerintah Kota Kendari. Perwakilan PYC, Nita Wartini, menegaskan pentingnya implementasi nyata dari setiap rencana aksi yang telah dibahas bersama.

“Kami mengharapkan renaksi kepala daerah benar-benar berjalan. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan untuk penjajakan sharing lebih lanjut dengan pihak terkait seperti BPSDM maupun mitra internasional lainnya,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk melakukan pendalaman teknis lintas organisasi perangkat daerah agar kolaborasi antara Pemkot Kendari dan PYC dapat segera direalisasikan secara konkret.

Langkah ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Kota Kendari tengah bergerak menuju kota modern yang berkelanjutan, adaptif terhadap tantangan lingkungan, sekaligus terbuka terhadap jejaring kerja sama internasional.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA