BPS Catat Inflasi Sulawesi Tenggara Periode Mei 2026 Tembus 4,07 Persen

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Jun 2026 00:20 46 radarkendari.id

KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2026.

Provinsi Sultra mencatatkan inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 4,07 persen dengan IHK mencapai 113,14.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, mengungkapkan bahwa pergerakan harga berbagai komoditas pada Mei 2026 secara umum memang menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Tingkat inflasi y-on-y Sultra pada Mei 2026 ini berada di angka 4,07 persen. Jika melihat secara bulanan (month to month), Sultra mengalami inflasi sebesar 0,92 persen, dan inflasi tahun kalender (year to date) sebesar 3,22 persen,” jelas Hadi Susanto dalam rilis resminya yang diperoleh media ini, Kamis (04/06/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di empat kabupaten/kota yang menjadi cakupan hitungan IHK di Sulawesi Tenggara, seluruh wilayah tersebut mengalami inflasi y-on-y. Namun, laju kenaikan harga di tiap daerah cukup bervariasi:

Kota Baubau : Mencatatkan inflasi tertinggi di Sultra, yakni menembus 5,11 persen dengan IHK sebesar 114,15, Kabupaten Kolaka: Berada di posisi kedua dengan inflasi sebesar 4,85 persen (IHK 115,19).

Selanjutnya, Kota Kendari: Mengalami inflasi sebesar 3,97 persen (IHK 112,15), dan Kabupaten Konawe: Menjadi wilayah dengan inflasi terendah di bumi Anoa, yakni sebesar 2,59 persen dengan IHK 112,65.

Kenaikan inflasi tahunan ini didorong oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran masyarakat. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak paling tinggi dengan inflasi mencapai 8,74 persen.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memiliki bobot besar terhadap konsumsi masyarakat mengalami inflasi sebesar 5,38 persen dan memberikan andil inflasi y-on-y terbesar, yakni sebesar 1,79 persen.

Berikut adalah andil dan komoditas utama yang mendominasi inflasi di Sultra pada Mei 2026: Pertama, Komoditas Penyumbang Inflasi Tahunan (y-on-y): Emas perhiasan (memberikan andil terbesar di kelompoknya sebesar 0,64 persen), tarif angkutan udara, beras, tomat, bahan bakar rumah tangga, ikan cakalang/ikan sisik, Sigaret Kretek Mesin (SKM), hingga uang kuliah akademi/perguruan tinggi.

Kedua, Komoditas Pendorong Inflasi Bulanan (m-to-m): Tarif angkutan udara, ikan layang/ikan benggol, bahan bakar rumah tangga, bayam, tomat, minyak goreng, telepon seluler, dan beras.

Sebaliknya, kelompok pengeluaran yang menahan laju inflasi atau mengalami penurunan indeks (deflasi) y-on-y adalah kelompok pakaian dan alas kaki yang turun tipis sebesar 0,02 persen.

Komoditas spesifik seperti cabai rawit, telur ayam ras, ikan mujair, terong, dan ikan gabus juga tercatat memberikan andil deflasi pada bulan ini.

BPS Sultra berharap data perkembangan IHK ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan dalam menjaga stabilitas pasokan serta keterjangkauan harga barang pokok di Sulawesi Tenggara ke depan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA