Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf meninjau gerai pangan murah di Kota Kendari. RADAR KENDARI — Pemerintah pusat hingga daerah terus didorong untuk melahirkan inovasi dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi.
Di Kota Kendari, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) telah menghadirkan inovasi pemanfaatan kios pangan digital bernama “Si Indah” sebagai langkah strategis pengendali inflasi daerah.
Eksistensi 215 Kios Pangan di Seluruh Sudut Kota
Kepala Dinas Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Kota Kendari telah memiliki 215 kios pangan yang tersebar di berbagai wilayah. Jumlah tersebut terus bertambah setiap hari, minggu, hingga bulan.
Dengan jaringan yang luas ini, kebutuhan pangan mendasar seperti beras, gula, dan minyak goreng—yang menjadi penugasan langsung dari negara—sudah hadir di sudut-sudut kota.
Efektif Redam Kenaikan Harga Beras
Menurut Abdul Rauf, kehadiran kios pangan digital ini terbukti sangat efektif dalam mengendalikan harga beras di pasaran. Dalam dua bulan terakhir, sumbangan inflasi dari komoditas beras di Kota Kendari tercatat berada di luar 10 besar.
Hal ini dikarenakan masyarakat kelas menengah ke bawah dapat dengan mudah mengakses beras murah di sekitar tempat tinggal mereka tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi ke pasar.
Meskipun saat ini musim kemarau yang cukup panjang turut memengaruhi kenaikan harga gabah di tingkat petani serta beras premium, harga beras secara umum tetap dapat dikendalikan dengan baik.
Potensi Pengembangan Lebih Lanjut
Melihat efektivitasnya yang tinggi dalam menekan biaya operasional dan menjaga stabilitas harga, Abdul Rauf menilai bahwa kios pangan ini tidak membutuhkan modal yang besar untuk dikembangkan.
Melalui koordinasi dengan perusda dan aturan yang berlaku, ke depannya kios pangan serupa juga berpotensi untuk didirikan di tiap-tiap pasar sebagai bagian dari kios pengendali inflasi.
EDITOR : AGUS SETIAWAN
Tidak ada komentar