Kapal Jetliner Kembali Beroperasi, Layani Rute Kendari-Wanci–Raha dan Sekitarnya

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Okt 2026 15:42 109 redaksi

RADAR KENDARI — PT Pelni (Persero) resmi mengoperasikan kembali armada kapal cepatnya, yakni Kapal Jetliner, untuk melayani mobilitas masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Kepala Cabang PT Pelni Kendari, Andi Ramadan, menjelaskan bahwa Kapal Jetliner mulai beroperasi kembali pada tanggal 20 September 2026 dari Pelabuhan Bungkutoko, setelah diberangkatkan dari galangan kapal  pada 18 September 2026.

“Insyaallah kapal ini akan berjalan sebagaimana biasa dan sesuai jadwalnya, terdapat lima kali call (kunjungan) dalam satu minggu,” ujar Andi Ramadan, Jumat (16/10/2026).

Adapun rute dan jadwal pelayanan Kapal Jetliner terbagi menjadi:

  • Tujuan Raha: Jadwal pelayanan dijadwalkan pada hari Rabu.
  • Tujuan Wanci: Jadwal pelayanan dijadwalkan pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu (total 4 kali dalam seminggu).

Tarif Tiket Terjangkau

PT Pelni menawarkan tarif tiket yang sangat ramah di kantong agar dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Sulawesi Tenggara. Rincian tarifnya adalah sebagai berikut:

  • Rute Kendari – Wanci: Rp92.500
  • Rute Kendari – Raha: Rp72.500

Akses Pelabuhan dan Pembelian Tiket Online

Bagi masyarakat yang ingin menggunakan jasa transportasi ini, akses pelabuhan sandar Kapal Jetliner berpusat di Pelabuhan Bungkutoko Kota Kendari.

Khusus bagi masyarakat Kota Kendari atau wilayah lain yang ingin naik kapal ini, lokasi sandar dan pelabuhannya dapat diakses melalui informasi resmi Pelni.

Pemesanan tiket kini semakin mudah dan fleksibel karena dapat dilakukan secara online maupun offline:

  1. Secara Online: Melalui aplikasi PELNI Mobile atau diakses lewat akun Instagram resmi @pelni162.
  2. Secara Offline: Calon penumpang dapat langsung mendatangi loket resmi penjualan tiket di pelabuhan.

Pihak PT Pelni berharap kembalinya operasional Kapal Jetliner ini dapat kembali menjadi andalan serta moda transportasi laut favorit masyarakat Sulawesi Tenggara.

Laporan : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA