Dorong Transformasi Digital, BPJS Kesehatan Kendari Beri Penghargaan RS Hermina dan RS Bhayangkara

waktu baca 2 menit
Selasa, 16 Des 2025 18:59 189 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – BPJS Kesehatan Cabang Kendari menggelar kegiatan apresiasi bagi mitra fasilitas kesehatan sekaligus Media Workshop sebagai bentuk transparansi informasi publik, Senin (16/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, dua rumah sakit yakni RS Hermina Kendari dan RS Bhayangkara Kendari dinobatkan sebagai role model dalam transformasi digital layanan kesehatan tahun 2025.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kendari, Rinaldi Wibisono, mengungkapkan bahwa penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian objektif dari Direktorat Teknologi Informasi Kantor Pusat.

Penilaian tersebut mencakup tiga indikator utama digitalisasi yang bertujuan mempermudah akses peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kami memberikan apresiasi kepada RS Hermina dan RS Bhayangkara atas keberhasilan implementasi elektronik surat eligibilitas peserta, penggunaan face recognition (pengenalan wajah), serta integrasi sistem antrean online yang terhubung langsung dengan aplikasi Mobile JKN,” ujar Rinaldi dalam sambutannya di Kendari, Selasa (16/12/2025).

Rinaldi menekankan bahwa transformasi digital merupakan investasi yang “tidak mudah dan tidak murah,” namun esensial untuk menciptakan efisiensi serta memberikan kepastian waktu layanan bagi peserta.

Ia berharap pencapaian kedua rumah sakit ini dapat memicu fasilitas kesehatan lain di Sulawesi Tenggara untuk terus berinovasi.

Selain pemberian penghargaan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Media Workshop yang menghadirkan Ketua Komisi Informasi Sulawesi Tenggara.

Rinaldi menegaskan komitmen BPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik untuk patuh pada UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Sebagai lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, kami terbuka terhadap keluhan dan permintaan informasi. Namun, kami tetap menjaga ketat data sensitif peserta sesuai undang-undang perlindungan data pribadi, kecuali untuk kepentingan hukum,” tegasnya.

Menariknya, acara ini juga melibatkan perwakilan pelajar dari SMA 1 Kendari. Rinaldi berharap literasi mengenai program JKN dapat dimulai sejak bangku sekolah sebagai bekal sebelum memasuki jenjang perguruan tinggi dan dunia kerja.

Menutup sambutannya, Rinaldi mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan pemerintah daerah, untuk bersiap menghadapi tantangan tahun 2026 yang diprediksi semakin kompleks.

“Tantangan ke depan akan bertambah, baik dari sisi kebijakan maupun penyelarasan data pusat dan daerah. Mari kita berkolaborasi demi meningkatkan kualitas layanan menuju Indonesia Emas 2045. Ini bukan untuk kepentingan individu, melainkan untuk seluruh penduduk Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA