Sempat Ada Pungutan di Program Mudik Gratis, Pimpinan Dharma Indah Pastikan Uang Penumpang Dikembalikan!

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Mar 2026 10:21 461 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Pelaksanaan program mudik gratis di Pelabuhan Nusantara Kendari sempat diwarnai keluhan warga terkait adanya pungutan biaya pada penumpang sebesar Rp12.000.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Dharma Indah, Asion, angkat bicara dan memberikan klarifikasi menyejukkan bagi para pemudik.

Murni Miskomunikasi Antar Instansi

Asion menjelaskan bahwa biaya yang sempat ditarik dari warga pada hari pertama bukanlah pungutan liar, melainkan murni miskomunikasi antara pihak Pelindo dengan vendornya.

Menurut Asion, terjadi keterlambatan sinkronisasi informasi mengenai cakupan tiket gratis tersebut.

“Pihak Pelindo mengira yang digratiskan hanya tiket kapalnya saja, sementara biaya pas masuk sebesar Rp12.000 tetap ditagih. Padahal seharusnya, seluruh biaya itu sudah termasuk dalam paket mudik gratis,” ujar Asion, Selasa (11/03/2026).

Komitmen Pengembalian Dana 100%

Begitu mengetahui adanya kendala di lapangan, Asion segera berkoordinasi dengan Pelindo. Hasilnya, dipastikan tidak ada lagi pungutan pada hari-hari berikutnya.

Kabar baiknya, bagi warga yang sudah terlanjur membayar biaya pas masuk tersebut, uang akan dikembalikan sepenuhnya.

  • Waktu Pengembalian: Dilakukan pada saat proses boarding keberangkatan.
  • Syarat: Penumpang cukup menunjukkan tiket gratis yang sudah distempel khusus.
  • Target: Mulai dilakukan serentak pada puncak arus mudik tanggal 12 Maret mendatang.

Dharma Indah Tegaskan Komitmen Gratis

Asion menegaskan bahwa dari sisi perusahaan pelayaran Dharma Indah, pihaknya sama sekali tidak memungut biaya apapun kepada peserta program ini. Ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap nyaman menjalankan mudik.

“Kami sudah rapat bersama (Zoom) dengan Pelindo untuk memastikan uang masyarakat dikembalikan. Ini murni masalah koneksi informasi yang terlambat saja, dan sekarang sudah kita bereskan,” pungkasnya.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA