Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso (tengah). Foto : Agus Setiawan RADAR KENDARI – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) secara resmi membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 yang berlangsung mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026 mendatang melalui link https://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id/
Momentum pembukaan ini disosialisasikan secara langsung kepada mahasiswa, alumni, ASN, dan akademisi di wilayah Sulawesi Tenggara melalui “Seminar Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026” di Auditorium Kampus Universitas Haluoleo (UHO), Kamis (16/7/2026).
Seminar yang diikuti lebih dari 250 peserta tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, serta dibuka oleh Wakil Rektor III Universitas Haluoleo, Dr. Herman, SH. LLM.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai mekanisme seleksi serta strategi mempersiapkan diri bagi putra-putri terbaik daerah agar dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas.
Dalam seleksi tahap ini, LPDP membawa kabar baik berupa penyesuaian kebijakan persyaratan kemampuan bahasa Inggris yang jauh lebih fleksibel demi memperluas akses seleksi.
“Pada seleksi beasiswa LPDP tahap 2 tahun 2026 ini, kami menyesuaikan beberapa kebijakan, salah satunya untuk persyaratan bahasa Inggris bagi kriteria pendaftar yang telah ditentukan. Ini tentu akan mendorong perluasan akses seleksi beasiswa LPDP,” ujar Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso.
Dwi Larso menambahkan, LPDP kini mengizinkan penggunaan hasil tes bahasa Inggris dari 35 perguruan tinggi dalam negeri, termasuk dokumen TOEFL-equivalent test resmi dari Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari.
Relaksasi ini berlaku bagi pendaftar Kelompok Afirmasi tujuan luar negeri dan Kelompok Non-Afirmasi (Umum) tujuan dalam negeri yang belum memiliki LoA Unconditional.
Pendaftar kategori umum tujuan luar negeri yang belum memiliki LoA juga mendapatkan opsi baru menggunakan sertifikat Duolingo.
Sementara itu, untuk kelompok afirmasi Putra-Putri Papua, LPDP memberikan keistimewaan penuh dengan tetap tidak mensyaratkan batas IPK minimal maupun kemampuan bahasa Inggris, baik untuk tujuan dalam negeri maupun luar negeri.
Melanjutkan kesuksesan tahap sebelumnya, LPDP Tahap II 2026 menyediakan dua program utama, yaitu Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics).
Bidang STEM Industri Strategis difokuskan untuk menyokong sektor-sektor krusial nasional seperti pangan, energi, pertahanan, kesehatan, maritim, manufaktur, hilirisasi, kewirausahaan, hingga digitalisasi tingkat lanjut seperti kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor.
Selain itu, program Beasiswa Akselerasi juga diperluas daftar kampus tujuannya dari 17 menjadi 31 universitas unggulan.
“Kami berharap awardee dari Sultra semakin meningkat dan bisa tembus kampus-kampus top dunia. Hal ini juga akan turut mendorong pengembangan industri strategis Indonesia, khususnya lewat beasiswa STEM Industri Strategis,” jelas Dwi Larso.
Komitmen inklusivitas LPDP terbukti memberikan dampak signifikan bagi wilayah Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data per 14 Juli 2026, akumulasi penerima beasiswa (awardee) asal Sultra telah mencapai 501 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 304 orang telah berstatus alumni, 144 orang sedang aktif menempuh studi, dan 53 orang dalam tahap persiapan studi.
Secara demografis di Sultra, Kota Kendari menempati posisi teratas dengan kontribusi 170 awardee, diikuti Kabupaten Muna sebanyak 65 orang, dan Kota Bau-Bau dengan 56 orang.
Menariknya, Universitas Halu Oleo (UHO) tercatat sebagai perguruan tinggi asal daerah yang paling banyak melahirkan awardee, yaitu mencapai 119 orang.
Mayoritas penerima beasiswa asal Sultra memilih menempuh studi di perguruan tinggi dalam negeri (392 orang), sementara 109 orang berhasil menembus kampus top luar negeri, dengan jenjang Magister (S2) sebagai program yang paling diminati (66 persen).
Sebagai lembaga pengelola Dana Abadi Pendidikan, LPDP mencatat total dana kelolaan telah menembus Rp195,8 triliun per 30 Juni 2026.
Sejak beroperasi pada 2013 hingga pertengahan tahun ini, LPDP telah menyokong 112.771 penerima beasiswa program gelar (degree) serta lebih dari 590 ribu peserta program non-gelar secara nasional.
Tren minat masyarakat pun terus melonjak. Pada seleksi Tahap I Tahun 2026 saja, tercatat ada 32.794 pendaftar (naik 33,22 persen dibanding tahun 2025), dengan 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi.
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 dapat diakses sepenuhnya secara daring melalui laman resmi LPDP.
Mengingat program ini dibiayai oleh dana publik, setiap penerima beasiswa memiliki tanggung jawab penuh untuk kembali ke tanah air dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
EDITOR : AGUS SETIAWAN
Tidak ada komentar