Plt. Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munandi, S.T., M.Eng RADAR KENDARI – Suasana Universitas Halu Oleo (UHO) pada Rabu, 15 Juli 2026, mendadak berubah menjadi panggung selebrasi ala red carpet.
Bukan festival film, melainkan upacara wisuda yang melepas 752 wisudawan/wisudawati dari 14 fakultas dan pascasarjana.
Kampus hijau ini resmi menelurkan pasukan “manusia unggul” baru yang siap bertarung di kerasnya ring dunia kerja, baik skala nasional maupun global.
Namun, ada yang berbeda dari wisuda kali ini. Atmosfer persaingan nilai dan kecepatan lulus terasa begitu sengit layaknya balapan Formula 1.
Sorotan lampu utama siang ini—atau lebih tepatnya podium utama—jatuh kepada Dwi Pratiwi Aprilya Wahid.
Mahasiswi dari Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik ini dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Tingkat Universitas.
Bagaimana tidak? Di saat mahasiswa teknik sering kali bergulat dengan codingan yang eror dan waktu kelulusan yang molor, Dwi justru melesat bak roket. Ia berhasil meraih IPK 3,99—hanya selisih 0,01 dari angka sempurna—dengan masa studi yang tergolong kilat untuk anak teknik, yaitu 3 tahun 8 bulan. Gelar “Juara Umum” wisuda periode ini pun resmi digenggamnya.
Tidak kalah mencuri perhatian, barisan lulusan terbaik dari masing-masing fakultas juga unjuk gigi.
Jika di dunia game ada istilah speedrunner (menyelesaikan gim secepat mungkin), maka mereka adalah speedrunner akademik UHO.
Berikut adalah daftar para “wisudawan MVP” (Most Valuable Player) yang sukses bikin iri mahasiswa abadi:
Di tengah euforia angka-angka IPK yang mentereng, Plt. Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munandi, S.T., M.Eng, memberikan “tamparan realita” yang membangun bagi para wisudawan.
Beliau mengingatkan bahwa toga yang dipakai hari ini bukanlah akhir dari segalanya.
“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam kehidupan nyata. Dunia di luar kampus menuntut kemampuan adaptasi, kreativitas, inovasi, serta integritas yang tinggi. Jadilah insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual,” tegas Prof. Khairul.
Tak lupa, Sang Rektor juga menyelipkan “tugas akhir” bagi para alumni baru. UHO secara tegas meminta mereka untuk tidak “hilang tanpa kabar” setelah lulus.
Para alumni diwajibkan berkontribusi mengisi data di laman tracer.uho.ac.id dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
Tracer study ini penting bukan sekadar formalitas, melainkan senjata bagi UHO untuk memetakan serapan dunia kerja sekaligus menjadi rapor evaluasi kurikulum kampus agar tetap relevan dan tidak ketinggalan zaman di mata BAN-PT.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar