Lembaga Adat Tolaki Kendari Matangkan Rencana Pembangunan Rumah Adat di Kawasan Baruga

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Apr 2026 18:37 107 radarkendari.id

KENDARI – Upaya menghadirkan identitas budaya yang kuat di tengah pesatnya perkembangan kota terus digencarkan.

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kota Kendari mulai mematangkan rencana pembangunan rumah adat Laika Aha yang digadang-gadang menjadi ikon budaya baru di Kota Kendari.

Pembahasan tersebut mencuat dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua Harian LAT Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda, Kamis (16/4/2026).

Rapat ini menjadi langkah awal dalam menyusun konsep pembangunan rumah adat khas Tolaki yang akan berlokasi di kawasan Hutan Baruga.

Amir Hasan menjelaskan, pembangunan Laika Aha merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Kendari yang mendorong hadirnya simbol budaya lokal yang representatif dan sarat nilai historis.

“Ini bagian dari upaya kita menghadirkan simbol budaya Tolaki di Kota Kendari, sekaligus memperkuat identitas kearifan lokal sebagaimana arahan Wali Kota,” ujarnya.

Laika Aha dikenal sebagai rumah adat khas masyarakat Tolaki yang tidak sekadar berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mencerminkan filosofi kehidupan sosial, adat, dan nilai kebersamaan.

Kehadirannya di tengah kota diharapkan mampu menjadi pengingat sekaligus penguat jati diri masyarakat lokal.

Dalam rapat tersebut, sejumlah aspek strategis mulai dibahas secara komprehensif, mulai dari penentuan titik lokasi di kawasan Hutan Baruga, konsep arsitektur, hingga penguatan nilai-nilai adat yang akan diintegrasikan dalam desain bangunan.

Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan budaya dan destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

Tak hanya sebagai simbol, Laika Aha juga dirancang menjadi ruang hidup bagi aktivitas budaya.

Nantinya, lokasi ini dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan kegiatan adat, edukasi budaya, hingga ruang pembelajaran bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai warisan leluhur.

LAT Kota Kendari menilai, kehadiran rumah adat ini akan memberikan dampak ganda—memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Rapat ini juga menjadi momentum penyatuan persepsi seluruh pihak terkait sebelum memasuki tahap perencanaan teknis hingga realisasi pembangunan.

Melalui rencana pembangunan Laika Aha, Pemerintah Kota Kendari bersama lembaga adat berharap mampu menghadirkan ikon budaya yang tidak hanya berdiri megah secara fisik, tetapi juga hidup sebagai pusat pelestarian tradisi di tengah arus modernisasi.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA