Nelayan Desa Torokeku Konawe Selatan Terdampak Minimnya Pasokan BBM Solar untuk Melaut

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Apr 2026 16:06 91 radarkendari.id

KONAWE SELATAN Nasib kurang beruntung tengah membayangi masyarakat nelayan di Desa Torokeku, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan.

Mayoritas warga yang menggantungkan hidup dari hasil laut kini terancam kehilangan mata pencaharian akibat kurangnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang berkepanjangan.

Sekretaris Desa (Sekdes) Torokeku, Faisal Aman, mengungkapkan bahwa kuota solar yang dialokasikan melalui SPBU di Tinanggea saat ini sangat jauh dari kata cukup.

Kondisi ini membuat para nelayan harus memutar otak, bahkan merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkan bahan bakar.

“Kami sangat kekurangan solar. Pasokan dari Pertamina untuk SPBN di sini belum mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga porsinya sangat minim bagi kami yang mengandalkan laut,” ujar Faisal Aman saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Kesenjangan Kuota yang Drastis

Faisal membeberkan ketimpangan yang terjadi di lapangan. Idealnya, satu kapal nelayan membutuhkan setidaknya 25 liter solar untuk satu kali trip perjalanan melaut.

Namun kenyataannya, para nelayan hanya mendapatkan jatah 15 liter per minggu.

“Satu trip itu idealnya untuk satu hari. Bayangkan, mereka hanya dapat 15 liter untuk seminggu, padahal kebutuhan sehari saja 25 liter. Ini sangat tidak sebanding,” tegasnya.

Membeli hingga ke Luar Kabupaten

Kelangkaan ini memaksa para nelayan mencari alternatif ekstrem. Faisal menyebutkan bahwa banyak warganya yang terpaksa membeli solar hingga ke wilayah Muna Barat.

“Karena kuota terbatas, mau tidak mau kami sering membeli bahan bakar dari luar daerah, seperti dari Muna Barat yang diantarkan ke sini. Padahal desa kami ini 90% penduduknya adalah nelayan tangkap dari suku Bajo yang melautnya tidak menentu jaraknya, mengikuti keberadaan ikan,” jelas Faisal.

Harapan pada Pemerintah dan Pertamina

Mewakili sekitar 280 Kepala Keluarga (KK) di Desa Torokeku yang mayoritas adalah nelayan, Faisal Aman berharap adanya atensi serius dari pemerintah daerah maupun pihak Pertamina.

Ia mendesak agar ada penambahan kuota BBM solar khusus untuk nelayan di SPBU Tinanggea agar aktivitas ekonomi warga tidak mati total.

“Kami berharap pemerintah atau Pertamina bisa menambah kuota solar di SPBU Akuni, Tinanggea. Ini menyangkut hidup orang banyak, jangan sampai nelayan kami tidak bisa melaut lagi karena kendala bahan bakar,” pungkasnya.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA