Dua Penyair Sulawesi Tenggara Lolos Kurasi Pertemuan Penyair Nusantara XIV 2026 di Aceh

waktu baca 2 menit
Selasa, 2 Jun 2026 18:44 72 radarkendari.id

KENDARI – Sastra Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung internasional.

Dua penyair asal Bumi Anoa, Syaifuddin Gani dan Muh Nasrul Evendi, dinyatakan lolos kurasi ketat untuk menghadiri perhelatan akbar Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV 2026 yang akan digelar di Aceh.

Ajang bergengsi ini menjadi wadah berkumpulnya para sastrawan papan atas dari berbagai negara di Asia Tenggara (ASEAN).

Proses kurasi tahun ini terbilang sangat kompetitif. Berdasarkan data panitia, tercatat ada 552 penyair dari berbagai negara ASEAN yang mengirimkan karya terbaik mereka.

Namun, setelah melalui penilaian tim kurator yang ketat, hanya 304 penyair yang dinyatakan lolos dan berhak diundang ke Aceh.

Keberhasilan Syaifuddin Gani dan Muh Nasrul Evendi menembus angka tersebut membuktikan bahwa kualitas karya sastra dari Sulawesi Tenggara memiliki daya saing yang kuat di level regional maupun internasional.

Saat dihubungi, salah satu penyair yang lolos, Syaifuddin Gani, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya.

Bagi Syaifuddin, kelolosan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan ruang penting untuk membawa nama Sulawesi Tenggara ke ruang publik yang lebih luas.

“Ini adalah kesempatan berharga untuk saling bertukar gagasan, membaca peta estetika perpuisian di ASEAN, sekaligus memperkenalkan kekayaan literasi dan identitas budaya Sulawesi Tenggara kepada dunia,” ujar Syaifuddin.

Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) merupakan agenda kultural dua tahunan yang menjadi salah satu barometer perkembangan puisi di Asia Tenggara.

Selain Indonesia sebagai tuan rumah, ajang ini rutin diikuti oleh penyair dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, hingga Filipina.

Tahun 2026 ini, Aceh dipilih sebagai pusat pertemuan. Provinsi di ujung barat Indonesia tersebut akan menjadi saksi bertemunya ratusan pemikir, sastrawan, dan pembaca puisi yang akan merayakan keberagaman lewat bait-bait sastra.

Kehadiran Syaifuddin Gani dan Muh Nasrul Evendi di Aceh diharapkan mampu memicu semangat generasi muda di Sultra untuk terus berkarya dan menghidupkan ekosistem literasi di daerah.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA