Kadikbud Sultra, Prof Aris Badara KENDARI – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Prof. Aris Badara, angkat bicara terkait sorotan sejumlah sekolah mengenai dampak pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut menambah beban di tengah keterbatasan anggaran pendidikan.
Prof. Aris menegaskan, pada prinsipnya kegiatan sekolah masih dapat dibiayai melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun penggunaannya tetap harus menyesuaikan dengan ARKAS atau Anggaran Kas sekolah masing-masing.
“Program MBG ini adalah program pusat. Kalau kegiatan sekolah itu bisa dianggarkan di BOS, tetapi juga harus disesuaikan dengan ARKAS sekolah. Saat ini kita semua terdampak efisiensi,” ujar Prof. Aris Badara saat dimintai tanggapan oleh pewarta media ini, Minggu (26/04/2026).
Pernyataan itu merespons keluhan dari pihak SMA Negeri 11 Kendari yang menyoroti minimnya dukungan anggaran untuk kegiatan ekstrakurikuler siswa sejak program MBG berjalan.
Wakil Kepala Sekolah SMAN 11 Kendari, Laode Sidi, mengatakan hingga kini sekolah belum memiliki dukungan anggaran yang memadai untuk menunjang kegiatan pengembangan minat dan bakat siswa.
“Anggaran untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler siswa tidak ada, baik dari OSIS maupun komite. Padahal itu sangat penting untuk menunjang minat dan bakat siswa,” ungkapnya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, keterbatasan dana membuat sejumlah program pembinaan siswa tidak berjalan maksimal. Bahkan, beberapa persoalan di lingkungan sekolah terpaksa diselesaikan secara swadaya oleh guru dan siswa.
“Beberapa hal yang seharusnya bisa ditangani dengan anggaran, kami lakukan kerja bakti karena tidak ada dana. Seperti saat ada pohon tumbang, saya bersama guru dan siswa turun langsung membersihkannya,” jelas Laode Sidi.
Hal senada juga disampaikan salah seorang guru di SMAN 11 Kendari yang enggan disebutkan namanya. Ia menilai program MBG memiliki niat baik, namun implementasinya perlu dibarengi dukungan anggaran tambahan agar tidak membebani sekolah.
“Program MBG memang baik, tetapi di sisi lain menambah beban guru. Sementara itu, anggaran untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler siswa tidak ada,” katanya.
Pihak sekolah berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan anggaran pendidikan, khususnya kegiatan ekstrakurikuler, agar pembinaan siswa dapat berjalan optimal di tengah pelaksanaan program nasional tersebut.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar