Bantuan Sosial Korban Banjir Masih Menumpuk di Kantor Dinsos Kendari, Kadis Angkat Bicara

waktu baca 3 menit
Rabu, 20 Mei 2026 15:20 60 radarkendari.id

KENDARI – Hasil pantauan media di lapangan menunjukkan tumpukan bantuan sosial (bansos) untuk korban bencana masih memenuhi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari.

Kondisi ini sempat memicu pertanyaan di kalangan publik mengenai kelancaran penyaluran logistik bagi warga yang sedang kesusahan.

Bantuan sosial yang tersimpan di Kantor Dinsos Kendari.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana, langsung memberikan klarifikasi resmi.

Ia membantah keras tudingan bahwa pihaknya sengaja menahan atau menelantarkan bantuan yang masuk dari berbagai pihak, seperti Bank Sultra dan Hotel Horizon.

Menurut Rukmana, tumpukan logistik di kantor dinas terjadi karena adanya penerapan proses verifikasi data yang ketat dan selektif sebelum bantuan didistribusikan ke tingkat kelurahan.

“Sebenarnya bukan kalau bilang bicara tidak benar, tidak benar (sengaja menumpuk). Karena tujuan kita ini, kita memberikan bantuan ini kepada masyarakat yang betul-betul terdampak. Kita juga tidak mau menumpuk, karena seperti telur kan barang rusak. Kalau berlama-lama bisa rusak. Makanya secepatnya kita salurkan ke masyarakat,” ujar Rukmana, Rabu (20/05/2026).

Alasan Di Balik Ketatnya Alur Distribusi

Rukmana menjelaskan bahwa Dinsos Kota Kendari sengaja tidak langsung membagikan logistik begitu saja setiap ada data masuk demi menghindari bantuan salah sasaran.

Ada beberapa poin utama yang menjadi alasan mengapa logistik masih terlihat menumpuk di kantor:

  • Penyaringan Data Berlapis: Dinsos tidak serta-merta melepas bantuan. Setiap data yang masuk dari kelurahan wajib diverifikasi ulang untuk memastikan keabsahannya.
  • Skala Prioritas Dampak Bencana: Bantuan diutamakan bagi warga yang rumahnya mengalami dampak kerusakan atau genangan banjir yang parah. “Kalau hanya sebatas terasnya saja yang masuk kena air, kayaknya mungkin janganlah. Kita utamakan yang betul-betul rumahnya terdampak banjir,” tegas Rukmana.
  • Fokus pada Kevalidan Data Kelurahan: Rukmana menyebutkan bahwa kendala utama di lapangan bukanlah armada operasional, melainkan proses pemutakhiran data riil dari pihak kelurahan agar bantuan yang disalurkan benar-benar objektif dan adil.

Penyaluran Tetap Berjalan di 14 Kelurahan

Meski diterpa isu penumpukan, Dinsos Kendari menegaskan bahwa armada operasional mereka terus bergerak mendistribusikan paket bantuan berupa beras, mi instan, dan telur yang sudah dikemas. Hingga hari ini, tercatat sudah ada 14 kelurahan yang menerima penyaluran bantuan.

Berikut adalah rincian data warga (Kepala Keluarga/KK) terdampak banjir maupun tanah longsor yang telah dan sedang diproses:

  • Kelurahan Kadia: 100 KK (Banjir)
  • Kelurahan Pondambea: ±80 KK (Sedang dalam persiapan)
  • Kelurahan Anawai: 51 KK (Banjir)
  • Kelurahan Watulondo: 36 KK (Banjir)
  • Kelurahan Sanua: 21 KK (Tanah Longsor)
  • Kelurahan Lahundape: 14 KK
  • Kelurahan Watu-Watu: 12 KK (Tanah Longsor)
  • Kelurahan Tobuuha: 10 KK (Banjir)
  • Kelurahan Benu-Benua: 4 KK (Banjir & Longsor)
  • Kelurahan Kemaraya: 3 KK (Tanah Longsor)
  • Kelurahan Tipulu: 2 KK (Tanah Longsor)
  • Kelurahan Dapu-Dapura: 1 KK (Banjir)

Rukmana memastikan seluruh logistik yang saat ini masih berada di Kantor Dinsos akan segera didistribusikan secara bertahap begitu verifikasi data lapangan rampung, sehingga tidak ada barang bantuan yang rusak atau kedaluwarsa sia-sia di gudang.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA