Kadis Sosial Kota Kendari, Rukmana. KENDARI – Hasil pantauan media di lapangan menunjukkan tumpukan bantuan sosial (bansos) untuk korban bencana masih memenuhi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari.
Kondisi ini sempat memicu pertanyaan di kalangan publik mengenai kelancaran penyaluran logistik bagi warga yang sedang kesusahan.

Bantuan sosial yang tersimpan di Kantor Dinsos Kendari.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana, langsung memberikan klarifikasi resmi.
Ia membantah keras tudingan bahwa pihaknya sengaja menahan atau menelantarkan bantuan yang masuk dari berbagai pihak, seperti Bank Sultra dan Hotel Horizon.
Menurut Rukmana, tumpukan logistik di kantor dinas terjadi karena adanya penerapan proses verifikasi data yang ketat dan selektif sebelum bantuan didistribusikan ke tingkat kelurahan.
“Sebenarnya bukan kalau bilang bicara tidak benar, tidak benar (sengaja menumpuk). Karena tujuan kita ini, kita memberikan bantuan ini kepada masyarakat yang betul-betul terdampak. Kita juga tidak mau menumpuk, karena seperti telur kan barang rusak. Kalau berlama-lama bisa rusak. Makanya secepatnya kita salurkan ke masyarakat,” ujar Rukmana, Rabu (20/05/2026).
Alasan Di Balik Ketatnya Alur Distribusi
Rukmana menjelaskan bahwa Dinsos Kota Kendari sengaja tidak langsung membagikan logistik begitu saja setiap ada data masuk demi menghindari bantuan salah sasaran.
Ada beberapa poin utama yang menjadi alasan mengapa logistik masih terlihat menumpuk di kantor:
Penyaluran Tetap Berjalan di 14 Kelurahan
Meski diterpa isu penumpukan, Dinsos Kendari menegaskan bahwa armada operasional mereka terus bergerak mendistribusikan paket bantuan berupa beras, mi instan, dan telur yang sudah dikemas. Hingga hari ini, tercatat sudah ada 14 kelurahan yang menerima penyaluran bantuan.

Berikut adalah rincian data warga (Kepala Keluarga/KK) terdampak banjir maupun tanah longsor yang telah dan sedang diproses:
Rukmana memastikan seluruh logistik yang saat ini masih berada di Kantor Dinsos akan segera didistribusikan secara bertahap begitu verifikasi data lapangan rampung, sehingga tidak ada barang bantuan yang rusak atau kedaluwarsa sia-sia di gudang.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar