DPRD Kendari Setujui Sister City dengan Yiwu China

waktu baca 4 menit
Selasa, 29 Sep 2026 01:18 12 redaksi

RADAR KENDARI – DPRD Kota Kendari resmi menyetujui rencana kerja sama kota kembar atau sister city antara Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan Pemerintah Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Republik Rakyat Tiongkok.

Persetujuan tersebut ditetapkan dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Kendari, Laode Muhammad Inarto, Selasa (29/9/2026).

Kerja sama ini diharapkan membuka peluang bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), promosi budaya, penguatan sektor pariwisata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Kendari.

Meski menyambut positif peluang tersebut, DPRD Kota Kendari mengingatkan pemerintah daerah agar menyiapkan langkah konkret untuk memastikan kerja sama memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perlindungan terhadap produk lokal juga menjadi perhatian, terutama untuk mengantisipasi potensi persaingan dengan produk dari luar negeri.

Persetujuan DPRD tersebut merupakan hasil pembahasan sebelumnya melalui rapat kerja yang melibatkan unsur DPRD Kota Kendari, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari, serta Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Kendari.

Dalam pembahasan itu, anggota dewan menyampaikan sejumlah masukan agar rencana kerja sama tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang berdampak nyata terhadap pembangunan dan perekonomian daerah.

Kota Yiwu dipandang memiliki potensi strategis karena dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan grosir berskala internasional.

Kemitraan tersebut diharapkan dapat membuka akses promosi yang lebih luas bagi produk unggulan dan potensi budaya Kota Kendari.

Berdasarkan paparan Bappeda Kota Kendari, ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup tiga bidang utama.

Pertama, pengembangan dan penguatan sektor UMKM serta kawasan industri. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan usaha, dan menjajaki akses pasar internasional.

Kedua, kerja sama di bidang kebudayaan dan pengembangan potensi pariwisata. Melalui bidang ini, Kota Kendari berpeluang memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner khas, kerajinan tangan, serta destinasi wisata kepada masyarakat internasional.

Ketiga, peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia. Pilar ini diharapkan mendukung pertukaran pengetahuan, peningkatan keterampilan, serta pengembangan kapasitas masyarakat sesuai peluang yang tersedia dalam kerja sama kedua kota.

Ketua DPRD Kota Kendari, Laode Muhammad Inarto, menegaskan bahwa kemitraan dengan Yiwu merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah.

“Kerja sama kota kembar dengan Yiwu adalah peluang besar yang tidak datang setiap saat. Kota Yiwu bukan sekadar kota mitra biasa, melainkan pusat perdagangan dunia yang dapat membuka akses seluas-luasnya bagi produk unggulan, budaya, serta pariwisata Kota Kendari untuk dikenal oleh dunia luar,” ujar Laode Muhammad Inarto.

Ia menekankan, Kota Kendari memiliki beragam potensi yang perlu dipersiapkan agar mampu bersaing dan memperoleh manfaat dari kerja sama tersebut.

Potensi itu meliputi kerajinan tangan, hasil perkebunan, kuliner khas, hingga kekayaan budaya daerah. Menurutnya, pengembangan potensi tersebut perlu didukung peningkatan kualitas produk, kesiapan pelaku usaha, serta strategi promosi yang terarah.

“Kami berharap Pemkot Kendari segera menyusun langkah konkret. Jangan sampai kesempatan ini berlalu begitu saja. Siapkan pelaku UMKM, latih kualitas sumber daya manusia, lindungi produk lokal dengan kebijakan yang tepat, dan buktikan bahwa kerja sama ini memberikan manfaat yang terasa langsung oleh masyarakat,” pesannya.

Di balik peluang perluasan pasar, DPRD Kota Kendari juga mengingatkan pemerintah daerah agar mengantisipasi potensi masuknya produk dari Yiwu yang dapat meningkatkan tekanan persaingan terhadap pelaku UMKM lokal.

Menurut perhatian yang disampaikan anggota dewan dalam pembahasan, kerja sama internasional perlu disertai strategi untuk memperkuat daya saing produk lokal agar pelaku usaha di Kendari tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang perdagangan yang terbuka.

Karena itu, kesiapan UMKM perlu menjadi salah satu prioritas tindak lanjut. Peningkatan mutu produk, inovasi, pengemasan, kapasitas produksi, dan promosi dinilai penting agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Pemerintah Kota Kendari juga diharapkan menyiapkan kebijakan yang sesuai dengan ketentuan untuk menjaga keberlangsungan usaha masyarakat sekaligus menciptakan iklim persaingan yang sehat.

Persetujuan DPRD terhadap rencana sister city Kendari–Yiwu menjadi langkah awal menuju kemitraan antarkota yang lebih luas.

Tahap selanjutnya membutuhkan perencanaan program, koordinasi antarpihak, serta kesiapan pelaku usaha dan masyarakat untuk memanfaatkan peluang yang tersedia.

Dengan persiapan yang matang, kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan internasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas SDM, serta memperkenalkan produk dan kebudayaan Kota Kendari ke pasar global.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA