Hasil Debat Kelima Pilpres 2024, Pengamat : Capres Cari Aman, Kebanyakan Diskusi

waktu baca 2 menit
Senin, 5 Feb 2024 07:17 106 radarkendari.id

Kendari, RadarKendari.id – Debat terakhir Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sukses digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Minggu (04/02/2024). Sayangnya hasil debat tak sesuai ekspektasi dan keinginan masyarakat. Debat yang seharusnya menjadi finalisasi gagasan dan ide capres berjalan seperti diskusi biasa.

Pengamat Politik dari Universitas Halu Oleo, Najib Husain menilai, debat kelima Pilpres kali ini jauh dari harapan masyarakat. Pasalnya, para kandidat presiden hanya terkesan cari posisi aman.

“Terjadi perubahan tampilan (kandidat capres), misalnya Anies dan Ganjar yang biasanya menggunakan strategi ofensif (menyerang), kini malahan lebih banyak menggunakan pendekatan yang defensif (bertahan),” ungkap Najib Husain.

“Sehingga terkesan bahwa debat yang kelima ini tidak seperti yang diharapkan oleh para pemirsa bahwa ini adalah debat dimana kita akan menemukan karakter sesungguhnya dari calon presiden,” sambungnya.

Justru yang menarik dalam debat ini, kata Najib, ada beberapa persoalan tidak tuntas dan masyarakat berharap Ganjar dan Anies mempersoalkannya, misalnya masalah pendidikan, kesejahteraan guru justru itu itu kemudian bisa diyakinkan oleh Prabowo tentang apa yang telah dilakukan oleh pemerintah selama ini.

“Prabowo bisa meyakinkan misalnya bagaimana pemerintah memperhatikan persoalan guru dan dosen, misalnya soal gaji mereka, apa yang mereka dapatkan hari ini, bagaimana tentang kurikulumnya, bagaimana tentang fasilitas sehingga terkesan bahwa tidak ada dialog dua arah antara para calon presiden,” kata Najib.

Atas dasar itulah, Najib menilai jika debat kelima capres kali ini hanya dimanfaatkan para calon untuk mencari posisi aman. Dirinya tak menampik jika debat capres tak berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas. Kendati demikian, melalui debat masyarakat (pemilih) bisa mendapatkan informasi soal program dan visi misi calon presiden.

Senada, Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Kendari, Andi Awaluddin Ma’ruf menilai debat capres kelima ini tidak menunjukkan aktifitas debat melainkan hanya diskusi para capres.

“Kita bisa melihat para kontestan lebih banyak berdiskusi dalam tataran ide dan gagasan. Debat itu kan seharusnya memperdebatkan ide dan gagasan politik. Antara (Capres) 1, 2, dan 3 saya tidak melihat adanya benturan ide, tidak ada yang mendegradasi pernyataan lawan, jadi saling mengisi saja,” kata Awaluddin Ma’ruf.

Awaluddin mengungkapkan, melalui debat kelima ini masyarakat sebenarnya menginginkan adanya debat pro dan kontra. Itu penting selain bisa memperkenalkan berbagai program kepada masyarakat, juga secara tidak langsung bisa mendongkrak elektabilitas capres jelang hari pemungutan suara 14 Februari mendatang.

“Menurut saya, sesi debat terakhir ini penguat saja, para calon sudah melihat sesi debat kelima ini hanya sekedar penguatan. Mereka hanya kebanyakan mengajak masyarakat dan tidak menyerang kontestan lainnnya. Kelihatannya hanya diskusi saja,” pungkasnya. (wan)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA