DPRD Kendari Dukung Kendari Bertanam

waktu baca 3 menit
Jumat, 21 Agu 2026 02:01 32 redaksi

RADAR KENDARI – DPRD Kota Kendari mendukung langkah Pemerintah Kota Kendari dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi melalui program Kendari Bertanam.

Upaya tersebut ditandai dengan kehadiran Wakil Ketua I DPRD Kota Kendari, La Yuli, bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Jabar Aljufri, dalam kegiatan penanaman bibit cabai di lahan percontohan Dinas Pertanian Kota Kendari, Jumat (21/8/2026).

Program Kendari Bertanam diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan lokal melalui pemanfaatan lahan kosong dan pekarangan.

Langkah ini dinilai penting untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan Kota Kendari terhadap pasokan dari luar daerah.

Cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena pergerakan harganya dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga dan perkembangan inflasi daerah.

Wakil Ketua I DPRD Kota Kendari, La Yuli, mengatakan keterlibatan DPRD dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan strategis pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga ketersediaan pangan dan kestabilan harga.

“Ketahanan pangan adalah fondasi utama kestabilan sosial dan ekonomi masyarakat. Jika kebutuhan pangan terpenuhi dengan baik dan harga terjaga, maka kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat. Gerakan Kendari Bertanam ini sangat tepat sasaran dan patut didukung seluruh elemen masyarakat,” ujar La Yuli.

Menurutnya, upaya memperkuat ketahanan pangan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, kelompok tani, hingga masyarakat yang dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Jabar Aljufri, menilai pemanfaatan lahan kosong menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi pangan tanpa harus menunggu tersedianya lahan pertanian yang luas.

“Kita tidak perlu menunggu lahan yang luas untuk mulai berproduksi. Setiap ruang kosong, baik di halaman kantor maupun rumah warga, dapat dimanfaatkan. Ini bukan hanya soal pertanian, tetapi soal bagaimana kita mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah dan menekan laju inflasi yang sering kali dipicu oleh fluktuasi harga bahan pangan,” ungkap Jabar.

Ia berharap gerakan tersebut dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga berperan dalam menghasilkan sebagian kebutuhan pangannya sendiri.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, turut mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memanfaatkan lahan kosong di lingkungan kantor masing-masing untuk kegiatan produktif.

Menurut Siska, gerakan menanam tidak harus dilakukan di lahan yang luas. Masyarakat maupun instansi pemerintah dapat memanfaatkan pot, polybag, dan ruang kosong yang tersedia untuk menanam cabai serta berbagai komoditas pangan lainnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, menjelaskan bahwa penanaman cabai di lahan percontohan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Kendari Bertanam Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani serta gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kecamatan Baruga.

Bantuan yang diserahkan berupa satu unit traktor roda empat dan satu unit traktor roda dua. Menurut Imran, bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian sebagai dukungan bagi sektor pertanian Kota Kendari pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

Selain dua unit traktor itu, bantuan tambahan juga direncanakan menyusul, meliputi traktor roda empat, traktor roda dua, pompa air, dan sprayer elektrik.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas petani, meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, serta membantu memulihkan dan memperkuat kegiatan produksi pertanian.

Melalui program Kendari Bertanam dan dukungan sarana pertanian, Pemerintah Kota Kendari berupaya memperkuat produksi pangan lokal di tengah keterbatasan kemampuan daerah dalam memenuhi seluruh kebutuhan pangannya secara mandiri.

Sinergi antara Pemkot Kendari dan DPRD juga diharapkan mampu mendorong pelaksanaan program yang lebih berkelanjutan, mulai dari pemanfaatan pekarangan, peningkatan kapasitas petani, hingga penguatan pasokan komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi.

Dengan semakin banyaknya lahan kosong yang dimanfaatkan secara produktif, Kendari Bertanam diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial penanaman, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan pangan, menjaga kestabilan harga, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kendari.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA