Inflasi Kota Kendari pada September 2026 tercatat 0,43 persen secara month-to-month (mtm) dibandingkan Agustus 2026. RADAR KENDARI — Inflasi Kota Kendari pada September 2026 tercatat 0,43 persen secara month-to-month (mtm) dibandingkan Agustus 2026.
Kenaikan harga terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Kota Kendari, Sultriawati Efendy, dalam rapat bersama Pemerintah Kota Kendari yang membahas perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Kendari di Ruang Rapat BPS Lantai II, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan data BPS, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,14 persen dan memberikan andil 0,35 persen terhadap inflasi umum Kota Kendari.
Sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang inflasi September. Cabai rawit memberikan andil terbesar sebesar 0,08 persen, disusul ikan layang 0,07 persen, kangkung 0,04 persen, ikan teri 0,03 persen, bayam 0,03 persen, dan kacang panjang 0,02 persen.
Komoditas lain yang turut memberikan andil terhadap inflasi bulanan yakni ikan cakalang, tarif air minum pikulan, ikan tuna, dan sawi hijau.
Sementara komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi antara lain pisang sebesar -0,04 persen dan emas perhiasan -0,03 persen.
Selain kelompok makanan, sejumlah kelompok pengeluaran juga mengalami inflasi, yakni kesehatan sebesar 0,47 persen, pakaian dan alas kaki 0,31 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,22 persen, serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,20 persen.
Kelompok pendidikan mengalami inflasi 0,16 persen, sedangkan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,20 persen.
Secara bulanan, inflasi Kota Kendari sebesar 0,43 persen lebih rendah dibandingkan inflasi Sulawesi Tenggara yang mencapai 0,53 persen.
Namun secara tahunan, inflasi Kota Kendari pada September 2026 tercatat 4,31 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi Sulawesi Tenggara sebesar 4,17 persen.
Sementara secara tahun kalender atau year-to-date (ytd), inflasi Kota Kendari mencapai 4,29 persen.
Secara tahunan, kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi dengan angka 8,78 persendan andil 1,36 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 3,96 persendengan andil 1,18 persen, sedangkan perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 5,27 persen dengan andil 0,51 persen.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Kendari, Dr. Ir. Nismawati, M.Si., mengatakan Pemerintah Kota Kendari akan memperkuat koordinasi dan pemantauan harga, terutama terhadap komoditas pangan yang menjadi penyumbang utama inflasi.
Menurut Nismawati, langkah tersebut perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mengantisipasi kenaikan harga yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat.
Ia mengarahkan perangkat daerah terkait untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan, melakukan pemantauan harga secara berkala, serta mengambil langkah cepat apabila terjadi kenaikan harga.
“Pengendalian inflasi harus dilakukan secara bersama-sama melalui penguatan koordinasi, pemantauan harga, menjaga ketersediaan pasokan, dan memastikan distribusi berjalan lancar,” ujar Nismawati.
Dengan inflasi bulanan sebesar 0,43 persen, Pemkot Kendari akan terus memantau pergerakan harga, terutama komoditas pangan yang memberikan kontribusi terhadap inflasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah perkembangan harga kebutuhan pokok.
EDITOR : AGUS SETIAWAN
Tidak ada komentar