Investor Pasar Modal di Sulawesi Tenggara Tumbuh Pesat hingga 45 Persen

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Mar 2026 23:09 55 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kabar gembira datang dari dunia investasi di Sulawesi Tenggara (Sultra). Berdasarkan update terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sultra, jumlah investor pasar modal di Bumi Anoa mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

Hingga tahun 2025, tercatat kenaikan sebesar 45% atau bertambah sekitar 38.000 investor baru, sehingga total investor kini mencapai 123.925 SID (Single Investor Identification).

Angka ini disebut-sebut sebagai pencapaian penambahan investor terbesar sepanjang sejarah berdirinya Bursa Efek di Sulawesi Tenggara.

Dari segi domisili, Kota Kendari masih menjadi “kiblat” investasi di Sultra dengan kontribusi sebesar 31% atau sekitar 14.197 investor.

Namun, kejutan terjadi pada posisi kedua dan ketiga. Jika sebelumnya posisi tersebut diisi oleh Baubau, kini Kabupaten Kolaka merangsek naik ke posisi kedua dengan 6.246 investor, disusul oleh Konawe Selatan di posisi ketiga.

Antusiasme masyarakat tidak hanya terlihat dari jumlah akun baru, tetapi juga dari nilai transaksi. Sepanjang tahun 2025, total nilai transaksi saham di Sultra menembus angka fantastis sebesar Rp4,37 triliun. Rata-rata transaksi bulanan mencapai Rp364 miliar. Puncak transaksi terjadi di akhir tahun dengan nilai transaksi bulanan menyentuh Rp675 miliar.

Kerja keras BEI Sultra dalam melakukan edukasi juga membuahkan pengakuan nasional. BEI Sultra berhasil memecahkan dua Rekor Muri sekaligus bekerja sama dengan IAIN Kendari.

Rekor tersebut meliputi: Pembukaan rekening saham syariah baru terbanyak (2.500 rekening), dan Peserta edukasi pasar modal syariah terbanyak (10.000 peserta).

Guna mendekatkan layanan kepada masyarakat dan pelajar, BEI Sultra telah menambah 4 Galeri Investasi baru di tahun 2025, yakni di SMA 4 Kendari, MAN IC Kendari, ISTEK Aisyiyah Kendari, dan SMA 10 Kendari. Kini, total terdapat 23 Galeri Investasi yang tersebar di berbagai instansi dan sekolah di Sultra.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Kepala Perwakilan BEI Sultra, Ricky, juga memperkenalkan Reksadana sebagai alternatif investasi bagi masyarakat yang masih ragu terjun langsung ke saham.

“Reksadana itu ibarat rujak. Isinya campuran dari berbagai instrumen seperti saham, obligasi, dan pasar uang yang dikelola oleh Manajer Investasi. Jadi, buat yang sibuk atau belum paham cara analisa saham sendiri, Reksadana adalah solusinya,” ujar Ricky dalam sebuah pertemuan dengan insan pers di Kendari, Rabu (11/03/2026).

Dengan pertumbuhan yang masif ini, Sulawesi Tenggara kini semakin melek investasi, membuktikan bahwa pasar modal bukan lagi hal yang eksklusif bagi masyarakat kota besar saja.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA