Ketua Asosiasi Driver Kendari, Sahidin. KENDARI – Ketua Asosiasi Driver Pelabuhan Kendari, Sahidin, angkat bicara menanggapi isu miring dan video viral yang menuding adanya praktik premanisme terhadap driver transportasi daring (online) di kawasan pelabuhan Kendari.
Dengan tegas, ia menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan cenderung memojokkan pihak tertentu.
Klarifikasi Video Viral
Menanggapi video seorang ibu yang terlihat berjalan kaki karena diduga tidak diperbolehkan menggunakan jasa transportasi daring di area pelabuhan, Sahidin memberikan penjelasan menohok.
Ia menyebut kejadian tersebut bukanlah hasil paksaan dari pihak mana pun.
“Video itu dibuat-buat, tidak benar seperti itu. Itu murni keinginan ibu tersebut untuk memesan jasa transportasi tertentu. Tidak ada yang memaksa beliau untuk jalan kaki. Kalau mau pesan online, silakan saja, tidak ada pemaksaan di sini,” tegas Sahidin.
Serukan Netralitas Media
Sahidin menyayangkan adanya pemberitaan yang menurutnya kurang berimbang dan justru memperkeruh suasana.
Ia mengimbau rekan-rekan media untuk menyajikan informasi yang lebih jernih dan sesuai dengan regulasi yang ada.
“Harapan saya kepada teman-teman media, cobalah membuat berita yang ‘dingin’ dan netral. Jangan ada kesan mempertajam masalah atau menambahkan narasi yang tidak sesuai fakta di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa driver pelabuhan juga merupakan bagian dari masyarakat Kota Kendari yang mencari nafkah secara sah di wilayah pelabuhan.
Mencari Solusi Bersama
Alih-alih memicu konflik yang berpotensi menyebabkan kekacauan (chaos), Sahidin mendorong adanya ruang diskusi antara pihak driver konvensional di pelabuhan, pihak driver online, dan pemerintah.
Poin-poin utama yang ditekankan Sahidin:
“Tujuan kita adalah mencari solusi, bukan mempertajam persoalan yang bisa berujung pada hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” tutupnya.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar