BGN, BKKBN dan Pemkot Salurkan MBG, Sasar Ibu dan Balita Berisiko Stunting di Kendari

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Agu 2025 17:12 186 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Sulawesi Tenggara bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Kendari mulai menyalurkan Makanan Bergizi (MBG) kepada masyarakat.

Program ini merupakan salah satu upaya percepatan penurunan angka stunting, khususnya bagi ibu menyusui dan balita.

Kepala Regional BGN Wilayah Sulawesi Tenggara, Agnes Eka Wahyuni, menjelaskan bahwa penyaluran ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang telah dilakukan.

“Ini merupakan follow up dari sosialisasi kami, di mana BGN berfokus pada percepatan penyaluran MBG untuk kelompok non-didik, yakni ibu menyusui dan balita,” ungkap Agnes, Kamis (07/08/2025).

Penyaluran MBG ini telah aktif di kelompok 3B Sulawesi Tenggara sejak Mei 2025 dan dilakukan secara bertahap.

Hingga kini, BGN telah melayani lebih dari 500 orang di seluruh Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) di Sulawesi Tenggara, dengan rata-rata 70-300 orang per SPPG.

“Kami sudah sinkronkan dengan data BGN agar makanan yang kami berikan tepat sasaran,” tambahnya.

Dukungan BKKBN dan Penambahan SPPG

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari, H. Jahudding, mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh program ini.

“Kami di dinas pengendalian penduduk bertugas menyiapkan data berdasarkan MoU dengan Badan Gizi Nasional. Kami (BKKBN) menyiapkan data kelompok 3B dan mendukung pendistribusiannya hingga sampai ke masyarakat melalui kader-kader kami,” jelas Jahudding.

Untuk memastikan kelancaran program, semua koordinator SPPG, penyuluh, dan kepala UPT di Kota Kendari dihadirkan untuk mendapatkan informasi dan berdiskusi langsung dengan tim MBG.

Saat ini, sudah ada empat SPPG yang beroperasi di Kota Kendari, yaitu di SPPG MT Haryono, SPPG Sinopati (Kadia), SPPG khusus Kota, dan SPPG Polda Sultra.

Keempat SPPG ini telah melayani sekitar 300 penerima. Jahudding menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan ada penambahan delapan SPPG lagi, sehingga totalnya menjadi 12 SPPG yang beroperasi.

“Kami berharap semua keluarga yang berisiko stunting bisa mendapatkan bantuan MBG ini, tidak hanya pada seribu hari pertama kehidupan. Prioritas utamanya adalah yang berisiko stunting,” tegas Jahudding.

Paket MBG yang diberikan meliputi menu protein hewani dan nabati, buah, sayur, serta tambahan susu khusus untuk anak-anak.

Dengan kolaborasi antara BGN dan BKKBN ini, diharapkan bantuan makanan bergizi bisa menjangkau lebih banyak keluarga dan berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka stunting di Kota Kendari.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA