Hadiri Konferda PDIP Sultra, Gubernur ASR Minta Para Kader Check and Balance untuk Atasi Ironi Kemiskinan

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Nov 2025 13:12 380 radarkendari.id

KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menyampaikan teguran keras mengenai ironi kemiskinan dan tingginya kasus stunting di provinsi yang kaya akan sumber daya alam tersebut.

Ia menegaskan bahwa kekayaan alam belum sepenuhnya tercermin dalam kesejahteraan rakyat.

Peringatan ini disampaikan secara blak-blakan oleh Gubernur Sumangerukka saat berpidato pada acara Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Sultra yang digelar serentak pada Senin, 24 November 2025.

Gubernur Sumangerukka secara khusus meminta seluruh fungsionaris dan kader PDI Perjuangan untuk mengadopsi visi pembangunan daerah Sultra sebagai visi utama mereka.

“Betul, itu kaya, tapi pada kenyataannya, tingkat kemiskinan, stunting kita masih banyak. Artinya kita belum kaya,” tegasnya, menyoroti ketidaksesuaian antara potensi kekayaan alam dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang sesungguhnya.

Ia menekankan bahwa politik di era demokrasi harus berorientasi pada pembangunan bangsa dan daerah, bukan sekadar perebutan kekuasaan.

Visi pembangunan Sultra, lanjutnya, mencakup tantangan kompleks mulai dari infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pendidikan, kesehatan, hingga keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, Gubernur juga menyinggung peran krusial legislator PDI Perjuangan dalam sistem pemerintahan.

Ia mengharapkan rekan-rekan dari lembaga legislatif dapat menjalankan fungsi pengontrol pemerintah (check and balance) secara efektif untuk mencegah penyelewengan dan memastikan terciptanya pemerintahan yang bersih dan efektif.

Mengakhiri pesannya, Gubernur Sumangerukka mengingatkan bahwa perbedaan pandangan saat pemilu adalah keindahan demokrasi, namun setelahnya, semua pihak wajib bersatu karena memiliki tujuan yang sama: pembangunan dan kesejahteraan rakyat Sultra.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA