Dugaan Mafia BBM Subsidi Makin Merajalela di Kolaka, LSM LIRA Tuding Polres Kolaka Tutup Mata

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Des 2025 14:32 192 radarkendari.id

Kolaka, Sulawesi Tenggara – Aktivitas dugaan mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi asal Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kabupaten Kolaka dilaporkan semakin terang-terangan dan berani beroperasi.

DPD LSM LIRA Kolaka kembali menyampaikan temuan terbarunya, kali ini menyoroti dugaan aktivitas ilegal yang berlangsung di Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, di mana aparat Kepolisian Polres Kolaka dituding “tutup mata”.

Sebuah mobil tangki berwarna biru tanpa identitas kembali terpantau menyuplai BBM bersubsidi secara ilegal.

BBM tersebut diduga kuat diperuntukkan bagi sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Kolaka.

Amir, Bupati LSM LIRA Kolaka, bersama sejumlah awak media daring, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sikap aparat penegak hukum setempat.

Ketika mencoba mengkonfirmasi maraknya BBM ilegal kepada Kasat Reskrim dan Kanit Tipiter Polres Kolaka, keduanya dilaporkan hanya diam dan tidak memberikan respons terhadap pertanyaan yang diajukan.

“Hal ini menimbulkan kecurigaan dan tanda tanya, ada apa aparat Kepolisian yang dinilai tidak serius dalam menangani atau menanggapi kasus mafia BBM di Samaturu yang diaktori oknum SHR bersama kawannya. Itu jelas kriminal dan diduga merugikan negara miliaran rupiah,” tegas Amir, Minggu (30/11/2025).

Amir menilai sikap tidak merespons dari kepolisian ini mengindikasikan adanya hubungan kuat antara mafia BBM dengan aparat kepolisian, membuat mereka tidak gentar terhadap hukum.

“Kami sangat kecewa dengan sikap aparat kepolisian yang tidak merespon pertanyaan kami,” imbuhnya.

Menyikapi hal ini, DPD LSM LIRA Kolaka secara tegas mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara untuk segera melakukan penyelidikan penuh terhadap operasi jaringan mafia BBM tersebut.

Selain itu, mereka juga menuntut agar Kapolda Sultra mengambil tindakan tegas terhadap aparat Kepolisian Polres Kolaka yang dinilai tidak serius dalam menangani kasus ini.

Amir mengultimatum bahwa Bupati LSM LIRA Kolaka beserta anggotanya bakal menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran jika tuntutan tersebut tidak direspon oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

“Kami tidak akan berhenti memperjuangkan keadilan dan transparansi dalam penanganan kasus mafia BBM, terkhusus di wilayah hukum Polres Kolaka,” tambah Amir.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen DPD LSM LIRA Kolaka untuk terus memantau dan melaporkan setiap perkembangan kasus ini kepada Polda Sultra. “Jika terbukti, tangkap oknum Mafia BBM tersebut,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pewarta media ini masih berupaya menghubungi pihak Polres Kolaka untuk mendapatkan hak jawab.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA