Aksi Nyata Sundoyo, Bertahun-tahun Rawat Lingkungan MAN 1 Kendari Secara Swadaya di Tengah Ketidakpedulian Publik

waktu baca 2 menit
Senin, 29 Des 2025 17:17 156 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Di saat instansi terkait baru mulai melakukan identifikasi titik penyumbatan air, seorang warga bernama Sundoyo telah lama bergerak dalam senyap.

Tanpa bantuan pemerintah maupun pihak sekolah, Sundoyo secara mandiri memastikan kawasan di belakang MAN 1 Kendari tetap terawat demi mencegah banjir dan penumpukan sampah.

Inisiatif Pribadi di Tengah Pengabaian

Sundoyo mengungkapkan bahwa kondisi drainase dan kebersihan di sekitar pagar MAN 1 Kendari selama ini sangat memprihatinkan.

Merasa tidak ada tindakan nyata dari pemerintah setempat maupun pihak sekolah, ia memutuskan untuk mengambil tanggung jawab tersebut sendirian.

Semua upaya pembersihan, mulai dari membabat rumput yang meninggi hingga menebang pohon yang menghalangi aliran air, dilakukan atas inisiatif dan biaya pribadinya.

“Tanya saja warga di situ, yang babat rumput saya, yang tebang pohon saya, yang bersihkan saya, termasuk saya bayar orang itu,” tegas Sundoyo kepada media ini, Minggu (28/12/2025).

Ia bahkan rela merogoh kocek sendiri untuk membayar tenaga bantuan karena volume sampah yang sudah terlalu parah untuk ditangani seorang diri.

Edukasi Melalui Pemasangan Banner Mandiri

Kepedulian Doyo tidak hanya sebatas fisik. Untuk memicu empati masyarakat dan pihak sekolah, ia secara swadaya mencetak dan memasang banner imbauan serta larangan membuang sampah di dinding pagar sekolah.

Namun, ia menyayangkan minimnya respons dari pihak-pihak terkait. “Saya pasang dengan harapan ada kepedulian maupun empati dari semua pihak. Tapi kenyataannya tidak ada yang peduli,” ungkapnya kecewa.

Menepis Klaim Pemerintah

Aksi nyata Doyo ini sekaligus menjadi bantahan keras atas klaim peninjauan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari.

Baginya, identifikasi tanpa tindakan konkret tidaklah berarti apa-apa dibanding kerja bakti yang ia lakukan setiap hari.

Warga berharap agar pemerintah tidak hanya hadir untuk melakukan survei, tetapi mulai mengapresiasi dan mendukung gerakan swadaya masyarakat yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan kota.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA