Sekda Kota Kendari, Amir Hasan memimpin Rapat Evaluasi Hasil Penilaian Dokumen Kota Sehat oleh Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat yang digelar di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Selasa (28/042026). RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan pembenahan dan mematangkan berbagai persiapan penilaian Kota Sehat tahun 2026.

Sekda Kota Kendari, Amir Hasan.
Meski pada tahun 2025 hanya meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda, Pemkot Kendari optimistis mampu naik ke tingkat tertinggi, yakni Swasti Saba Wistara pada 2027.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, dalam Rapat Evaluasi Hasil Penilaian Dokumen Kota Sehat oleh Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat yang digelar di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Selasa (28/042026).
Amir Hasan menegaskan, tidak ada alasan bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes), untuk tidak bekerja maksimal demi meraih hasil terbaik pada penilaian mendatang.
Menurutnya, berbagai sarana dan prasarana yang menjadi persyaratan telah dimiliki. Tinggal bagaimana seluruh indikator, baik fisik maupun nonfisik, dapat dipenuhi secara optimal.
“Dalam setiap perlombaan, hal utama yang harus diperhatikan adalah indikatornya. Jika semua indikator sudah kita penuhi, maka peluang untuk meraih hasil terbaik akan terbuka lebar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi seluruh OPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.
Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai pusat data dinilai sangat krusial dalam menyiapkan dokumen pendukung.
Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) diminta memastikan seluruh data dan indikator kesehatan tersedia secara lengkap, mulai dari tingkat puskesmas, rumah sakit hingga tingkat dinas.
Amir Hasan mengingatkan bahwa tim penilai akan melakukan verifikasi pada tahun depan. Oleh karena itu, tahun ini menjadi momentum penting untuk memaksimalkan persiapan.
Ia bahkan mengibaratkan upaya meraih predikat Kota Sehat sebagai sebuah “perang” yang membutuhkan strategi matang dan kerja sama solid seluruh pihak.
“Mulai hari ini kita pukul gong, kita mulai persiapan. Tiga bulan ke depan kita evaluasi sejauh mana progres masing-masing OPD. Ini kerja bersama dan akan dipimpin langsung oleh Wali Kota,” tegasnya.

Anggota Forum Kota Sehat mengikuti rapat evaluasi yang berlangsung di Aula Samaturu Balai Kota Kendari.
Dengan semangat kolaborasi dan kerja terukur, Pemkot Kendari optimistis dapat meningkatkan capaian dan meraih predikat Swasti Saba Wistara pada penilaian Kota Sehat mendatang.
Sebelumnya, La Ode Azhar sebagai Ketua Forum Kota Sehat Kota Kendari periode 2025-2027 yang juga Anggota DPRD Kota Kendari berkomitmen untuk bekerjasama dengan berbagai pihak demi mencapai target dan indikator yang dibutuhkan untuk mendapatkan penghargaan Kota Sehat.
Pria yang juga Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari menyebut upaya yang dilakukan bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan, tetapi juga untuk mewujudkan aksi nyata dan berkelanjutan demi kesehatan masyarakat Kota Kendari.
Sementara itu Wali Kota Kendari, dr.Hj.Siska Karina Imran, SKM menilai sosok La Ode Azhar telah mewakili DPRD dan masyarakat, memiliki sifat inklusif yang dibutuhkan untuk mencapai target penghargaan Wistara.
Penilaian lanjutan untuk program Kota Sehat masih akan dihadapi, dan dengan kepemimpinan La Ode Azhar, Wali Kota yakin target tersebut dapat dicapai.
“Program Kota Sehat sendiri merupakan program pemerintah pusat untuk mewujudkan wilayah dan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” jelas Siska Karina Imran.
“Forum Kota Sehat berperan sebagai wadah untuk menyatukan dan melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berwawasan kesehatan,” tambahnya.

Wakil Ketua Forum Kota Sehat Kota Kendari La Ngkarisu menyampaikan paparan dalam Rapat Evaluasi Hasil Penilaian Dokumen Kota Sehat oleh Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat yang digelar di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Selasa (28/042026).
Siska mengungkapkan, program ini mengimplementasikan 9 indikator tatanan, meliputi Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri, Pemukiman dan Fasilitas Umum, Satuan Pendidikan, Pasar, Perkantoran dan Perindustrian, Pariwisata, Transportasi dan Tertib Lalulintas Jalan, Perlindungan Sosial, dan Penanggulangan Bencana.
“Di kepengurusan Kota Sehat yang baru ini kami optimis bisa meraih penghargaan Kota Sehat Kategori Wistara,” terang Walikota semangat. (Advetorial)
Penulis : Herdy Suparmanto
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar