Generasi Muda Didorong Jadi Jembatan Pembangunan di Era Dunia Multipolar

waktu baca 2 menit
Selasa, 5 Mei 2026 20:25 39 radarkendari.id

PALEMBANG — Arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto disebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika geopolitik global yang terus berubah.

Indonesia pun didorong untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan aktif mengambil peran strategis di tengah lanskap dunia yang kian multipolar.

Hal tersebut disampaikan Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa, dalam Workshop Magang Komunikasi Pembangunan yang digelar Nexus Digital Strategy di Aula Pramewswara Kantor Wali Kota Palembang, Senin (4/5/2026).

Menurut Teguh, dunia saat ini tengah memasuki fase baru yang ditandai dengan munculnya banyak kekuatan global baru. Dalam situasi tersebut, Indonesia harus memperkuat posisi agar tidak menjadi “sitting duck” di tengah persaingan antarnegara.

“Sejumlah kebijakan domestik pemerintahan Prabowo diarahkan untuk memperkuat kuda-kuda Indonesia menghadapi perubahan tata dunia ini,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, keunggulan suatu bangsa di era modern sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang mampu mengelola sumber daya alam secara optimal.

Selain itu, kebijakan hilirisasi juga dinilai strategis untuk mendorong penyerapan tenaga kerja sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Namun demikian, Teguh mengingatkan agar pembangunan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan. Harus ada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian,” tegasnya.

Workshop ini diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan pemuda dan mahasiswa yang aktif sebagai kreator konten di berbagai isu pembangunan, baik lokal maupun nasional.

Kegiatan diawali sambutan Koordinator Nexus Digital Strategy Sumatera Selatan, Rudianto Widodo, dan dibuka oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang diwakili Asisten III Setda Kota Palembang, Akhmad Bastari.

Dalam kesempatan tersebut, Teguh juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyampaikan pesan pembangunan melalui platform digital.

Ia berharap para kreator konten mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Workshop ini merupakan bagian dari upaya Nexus Digital Strategy dalam meningkatkan kapasitas kreator konten daerah agar mampu menghasilkan informasi yang berkualitas serta meningkatkan literasi publik terhadap isu pembangunan.

Kegiatan serupa juga digelar secara serentak di sejumlah kota besar seperti Medan, Surabaya, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Balikpapan, dan Bali.

Di akhir sesi, Teguh menyerahkan bukunya berjudul “Reunifikasi Korea: Game Theory” yang merupakan hasil disertasinya di Universitas Padjadjaran sebagai bentuk inspirasi bagi peserta untuk terus mengembangkan wawasan dan kontribusi dalam pembangunan nasional.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA