Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Jangkau Wakatobi, Perkuat Kedaulatan dan Edukasi Rupiah di Wilayah Kepulauan

waktu baca 2 menit
Selasa, 5 Mei 2026 16:56 41 radarkendari.id

KENDARI – Bank Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 di wilayah kepulauan Kabupaten Wakatobi.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus memperkuat kedaulatan negara hingga ke daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Ekspedisi yang berlangsung pada 5 hingga 11 Mei 2026 ini menggunakan KRI Pulau Rimau 724 dan menjangkau lima pulau utama, yakni Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan Runduma.

Dalam misi tersebut, Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar sebesar Rp20 miliar untuk menggantikan uang tidak layak edar yang masih beredar di masyarakat.

Tak sekadar distribusi uang, ERB 2026 juga membawa misi edukasi melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Program ini dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran sah di Indonesia, sekaligus menjaga simbol kedaulatan negara.

Selain layanan kas keliling, rangkaian kegiatan turut diisi dengan edukasi bagi pelajar melalui Open Ship Experience, serta kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan sunatan massal yang melibatkan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat.

Sebagai wilayah kepulauan yang memiliki luas mencapai 1,39 juta hektare, Wakatobi dikenal memiliki kekayaan biodiversitas laut yang luar biasa, bahkan sekitar 750 spesies koral dunia dapat ditemukan di kawasan ini. Tak heran jika UNESCO menetapkan Wakatobi sebagai cagar biosfer dunia sejak 2012.

Kehadiran rupiah di wilayah strategis seperti Wakatobi tidak hanya mendukung kelancaran transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi simbol nyata kehadiran negara di seluruh penjuru Nusantara.

Bank Indonesia mencatat indeks awareness masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah pada 2025 mencapai 84,90—lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Capaian ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat literasi keuangan masyarakat di wilayah kepulauan.

Ke depan, sinergi antara Bank Indonesia, TNI AL, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna memastikan distribusi uang rupiah yang berkualitas, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan kedaulatan NKRI dari sisi moneter.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA