Mentan Tinjau Banjir Sultra, Gelontorkan Bantuan Rp10 Miliar untuk Petani dan Korban Terdampak

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 16:43 84 radarkendari.id

KENDARI — Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman meninjau langsung sawah terdampak banjir di Desa Amohalo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, serta kawasan banjir Kali Wanggu di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Selasa (12/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mentan didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda Sultra.

Di Desa Amohalo, Andi Amran Sulaiman melihat langsung kondisi lahan pertanian yang terendam banjir. Sementara di kawasan Kali Wanggu, ia menyapa warga terdampak sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak banjir.

“Terus ada juga untuk pembelian mi instan, karena saya pernah merasakan bencana. Ada Rp500 juta seadanya, karena ini adalah kampung halaman saya,” ujar Amran di sela peninjauan lokasi banjir.

Tak hanya bantuan tunai, pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional juga menyalurkan bantuan pangan berupa 30 ton beras, 1,5 ton minyak goreng, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya untuk warga terdampak.

“Kami datang untuk memberikan solusi. Terkait seluruh masalah pangan sudah kami putuskan semua,” katanya.

Menteri Pertanian menegaskan, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan sektor pertanian pascabanjir di Sulawesi Tenggara. Bantuan yang disalurkan meliputi alat dan mesin pertanian, benih dan bibit untuk lahan terdampak seluas sekitar 2.000 hektare, hingga bantuan dryer atau alat pengering gabah untuk gudang Bulog.

“Alat mesin pertanian, benih, bibit untuk 2.000 hektare. Kurang lebih Rp10 miliar bantuan yang kami salurkan termasuk dryer untuk gudang Bulog juga,” jelasnya.

Selain fokus pada pemulihan, pemerintah pusat juga berkomitmen menangani akar persoalan banjir melalui pembangunan dan perbaikan tanggul di kawasan terdampak. Amran mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat penanganan.

“Ini harus dibereskan sumber masalahnya semua. Tanggul dibangun, kami sudah telepon Dirjen Kementerian PU yang bertanggung jawab. Dananya siap, alatnya sudah siap. Kami minta satu minggu, paling lambat dua minggu selesai,” tegasnya.

Pemerintah juga akan mendukung program optimalisasi lahan sawah di sejumlah wilayah terdampak sebagai bagian dari percepatan pemulihan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Wali Kota Kendari, Plh Sekda Provinsi Sultra, Sekda Kota Kendari, Wakapolda Sultra, Kapolres Kendari, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA