Walikota Kendari dan “Bos” Forkopimda Kompak ‘Goyang Dengkul’

waktu baca 3 menit
Minggu, 5 Jul 2026 15:49 82 redaksi

RADAR KENDARI — Apa jadinya kalau deretan penguasa, jenderal polisi, dan petinggi hukum di Sulawesi Tenggara melepas sepatu pantofel mereka dan menggantinya dengan sneakers mentereng?

Pemandangan tak biasa ini tersaji nyata dalam gelaran Bhayangkara Sultra Run yang menyulap jalanan Kota Kendari menjadi lautan manusia penuh peluh dan tawa, Minggu (5/7/2026).

Dalam rangka merayakan Hari Bhayangkara ke-80, kawasan Tugu Religi mendadak jadi saksi bisu adu ketahanan fisik antarpejabat.

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, terpantau tidak sedang berada di belakang meja kerjanya yang sejuk.

Dengan setelan sporty, sang Wali Kota memilih “ngibrit” berjamaah sejauh tiga kilometer, berdampingan langsung dengan Wakil Gubernur Sultra, Hugua, serta sang tuan rumah, Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji.

Rute ‘jalan sehat rasa semi-maraton’ sepanjang 3K ini melintasi jalur protokol mulai dari Tugu Religi, melesat ke Jalan Ahmad Yani, memotong ke Jalan Antero Hamra, meliuk di Jalan Supu Yusuf, menyisir Jalan Tebaununggu, hingga akhirnya kembali finish di depan Kantor Wali Kota Kendari.

Jarak ini sengaja dibedakan dari para pelari tangguh kategori 8K yang juga ikut ambil bagian. Tapi bagi barisan Forkopimda, rute ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa napas birokrasi mereka masih sangat panjang!

Tak berhenti di garis finish, alih-alih mencari tukang pijat refleksi, Wali Kota Siska dan para jenderal ini justru langsung membaur dengan ribuan warga untuk senam bersama. Musik menghentak, pinggul bergoyang, dan sekat antara penguasa serta rakyat seketika luntur tersapu keringat.

Kapolda Sultra, Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, mengungkapkan bahwa acara ini sengaja dikemas masif sesuai tema tahun ini: “Polri untuk Masyarakat”.

“Melalui Bhayangkara Run ini kami ingin menghadirkan semangat kebersamaan sekaligus mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Semoga momentum ini semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat menuju Sulawesi Tenggara yang lebih sehat, harmonis, dan sejahtera,” ujar Kapolda sembari menyeka peluh.

Menariknya, acara ini bukan sekadar ajang bakar kalori massal. Polda Sultra memanfaatkan momen ini untuk meluncurkan sebuah inovasi taktis bernama SIMPUL (SIM Masuk Pulau).

Ini adalah program jemput bola penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dikhususkan bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil di Sultra.

Jadi, warga pulau tidak perlu lagi bertaruh dengan ombak samudera dan merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk ke kota demi selembar SIM. Kini, pelayanan kepolisian yang langsung merapat ke beranda rumah mereka.

Inovasi ini pun langsung mendapat lampu hijau dan tepuk tangan meriah dari Wakil Gubernur Sultra, Hugua. Sambil mengatur napas setelah senam, Hugua memuji habis-habisan langkah progresif Korps Bhayangkara tersebut.

“Keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama pembangunan daerah, sehingga sinergi antara pemerintah dan kepolisian harus terus diperkuat,” cetus Hugua mantap.

Tak hanya soal hukum dan pelayanan, Hugua yang juga dikenal paham dunia pariwisata menilai aksi lari massal ini adalah strategi jitu berbalut sport tourism.

Acara estetik ini dinilai sukses memompa daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan potensi Sulawesi Tenggara kepada khalayak yang lebih luas.

Keringat boleh kering, namun sinergi yang tercipta antara Pemkot, Pemprov, TNI-Polri, dunia usaha, hingga masyarakat jelata di atas aspal Kendari hari ini, diharapkan terus berlari kencang menuju Sultra yang aman, sehat, maju, dan berdaya saing tinggi.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA