Head Terminal TPK Kendari, Herryanto memaparkan proses ekspor dari Kendari ke China kepada Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. RADARKENDARI.ID — Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, secara perdana melepas ekspor 46 kontainer feronikel dengan total berat 1.015 ton yang dipasok oleh PT Ceria Nugraha Indotama.
Ekspor tersebut diberangkatkan langsung dari Terminal Peti Kemas (TPK) Kendari menuju Pelabuhan Lianyunggang, China. Prosesi pelepasan ekspor digelar di TPK Kendari, Rabu (28/1).
Andi Sumangerukka mengatakan, pengiriman ekspor langsung dari Kendari ke negara tujuan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah.
Menurut dia, pola direct export memungkinkan nilai aktivitas ekspor tercatat sebagai kinerja daerah, sekaligus memperkuat peran Sulawesi Tenggara dalam rantai pasok industri berbasis sumber daya alam.
“Kami ingin Sulawesi Tenggara tumbuh sebagai pusat industri berbasis sumber daya alam yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Potensi nikel di daerah ini sangat besar, dan kami mendorong agar ekspor dapat dilakukan langsung dari Kendari, sehingga memberi nilai tambah bagi daerah,” ujar Andi.
Terminal Head TPK Kendari, Herryanto, memastikan kesiapan infrastruktur operasional terminal dalam mendukung ekspor langsung.
Menurut dia, terminal telah menyiapkan 90 titik sambungan listrik untuk kontainer pendingin (reefer) serta melakukan optimalisasi proses bongkar muat yang mendorong peningkatan produktivitas hingga 25 boks per jam.
“Pelepasan ekspor perdana ini menjadi bukti kesiapan infrastruktur TPK Kendari. Optimalisasi operasional yang kami lakukan mampu memangkas waktu sandar kapal dari sebelumnya sekitar tiga hari menjadi 16 jam,” kata Herryanto.
Ia menambahkan, skema ekspor langsung dari Kendari turut memangkas rantai logistik dan biaya distribusi yang selama ini harus melalui pelabuhan antara seperti Makassar, Surabaya, atau Jakarta.
Dengan demikian, data ekspor tercatat berasal dari Kendari, sekaligus berkontribusi pada peningkatan penerimaan daerah, termasuk dari sektor kepabeanan.
“Ekspor ini dilakukan langsung tanpa singgah di pelabuhan lain. Cara ini memperpendek rantai distribusi, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan efisiensi ekspor,” ujarnya.
Ke depan, Herryanto berharap ekspor perdana ini menjadi titik awal peningkatan volume ekspor langsung dari Sulawesi Tenggara.
TPK Kendari menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha guna mendukung iklim investasi dan penguatan peran pelabuhan dalam perdagangan internasional.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar