Pemkot Kendari Perkuat Kedaulatan Rupiah di Wakatobi Lewat Ekspedisi BI–TNI AL

waktu baca 3 menit
Selasa, 5 Mei 2026 00:28 22 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kedaulatan ekonomi nasional melalui partisipasi aktif dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026.

Foto bersama usai pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 dari Kendari ke Wakatobi, Selasa (05/05/2026).

Kegiatan yang digagas oleh Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) ini menjadi langkah nyata menghadirkan negara hingga ke wilayah terluar, termasuk di kawasan strategis Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kehadiran Wali Kota Kendari yang diwakili oleh Staf Ahli Wali Kota Kendari, Alda Kesutan Lapae, dalam ekspedisi tersebut menjadi representasi langsung dukungan pemerintah daerah terhadap upaya menjaga stabilitas dan kualitas rupiah.

Partisipasi ini sekaligus mempertegas peran Pemkot Kendari dalam memperkuat sinergi lintas sektor, antara otoritas moneter, unsur pertahanan, dan pemerintah daerah.

Ekspedisi yang berlangsung pada 5 hingga 11 Mei 2026 ini menjangkau lima pulau utama di Wakatobi, yakni Pulau (Kecamatan) Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan Runduma.

Dengan menggunakan kapal perang KRI Pulau Rimau 724, tim ekspedisi membawa misi penting: memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau akses perbankan.

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara menyiapkan uang layak edar sebesar Rp20 miliar.

Distribusi ini bertujuan menggantikan uang yang sudah tidak layak edar di masyarakat, sebagai bagian dari implementasi kebijakan Clean Money Policy.

Program ini tidak hanya menjaga kualitas fisik rupiah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional sebagai simbol kedaulatan.

Lebih dari sekadar layanan penukaran uang, ERB 2026 juga menjadi sarana edukasi melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Masyarakat diajak memahami pentingnya merawat uang, mengenali keaslian rupiah, serta menggunakannya secara bijak dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Upaya ini dinilai krusial, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis dan akses informasi yang terbatas.

Pemkot Kendari bersama Bank Indonesia, Lanal Kendari dan stakeholder terkait melepas Kapal Espedisi Cinta dan Bangga Rupiah menuju Pulau Wakatobi.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, rangkaian kegiatan juga diisi dengan layanan kesehatan gratis dan sunatan massal. Kehadiran program-program ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam aspek kesejahteraan sosial.

Wakatobi sendiri merupakan kawasan yang memiliki nilai strategis tinggi. Selain dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari kelas dunia, wilayah ini juga telah ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO.

Dengan posisi geografisnya yang berada di kawasan terluar Indonesia, penguatan kedaulatan ekonomi melalui distribusi rupiah menjadi hal yang sangat penting.

Keterlibatan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam ekspedisi ini mencerminkan komitmen kuat untuk mendukung program nasional yang berdampak langsung pada masyarakat.

Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan literasi keuangan, serta meneguhkan kedaulatan negara dari sisi moneter.

Kolaborasi Program Ekspedisi Cinta Rupiah di Pulau Wakatobi merupakan upaya pemerintah dalam mendukung kelancaran transaksi keuangan di daerah. Upaya tersebut mendapat respon dari berbagai pihak terutama dari Pemkot Kendari.

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, negara hadir tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat hingga ke pelosok negeri.

Dukungan berbagai pihak, termasuk Pemkot Kendari, menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan NKRI melalui stabilitas ekonomi dan kepercayaan terhadap rupiah sebagai simbol bangsa.

Penulis : Agus Setiawan
Editor : Herdy Suparmanto

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA