Pemkot Kendari Siap Salurkan Puluhan Ton Beras dan Ribuan Liter Minyak Goreng untuk Korban Banjir

waktu baca 3 menit
Jumat, 15 Mei 2026 11:06 61 radarkendari.id

KENDARI – Pemerintah mulai bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan bagi ribuan warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara.

Sebanyak 52 ton beras dan 3.060 liter minyak goreng didistribusikan secara serentak ke enam kabupaten dan kota guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah masa tanggap darurat bencana.

Bantuan tersebut disalurkan untuk warga terdampak di Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe dan Konawe Utara. Penyaluran dilakukan melalui gudang Bulog di masing-masing daerah agar bantuan dapat segera diterima masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Tenggara, Ari Sismanto, mengatakan pemerintah memprioritaskan kebutuhan pangan masyarakat yang hingga kini masih menghadapi dampak banjir.

“Ini gerak cepat pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak. Pangan harus kita kedepankan,” ujar Ari Sismanto, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, Menteri Pertanian sebelumnya telah menyerahkan bantuan secara simbolis dan meminta agar seluruh bantuan segera didistribusikan tanpa terlalu lama tersimpan di gudang.

Karena itu, distribusi dilakukan serentak di enam daerah terdampak dengan melibatkan pemerintah daerah dan Bulog untuk mempercepat pengeluaran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Menurut Ari, sistem distribusi disesuaikan dengan lokasi gudang Bulog terdekat di masing-masing wilayah agar penyaluran lebih efektif.

Kabupaten Konawe menggunakan gudang di Konawe, sementara Kolaka Timur dan Kolaka mendistribusikan bantuan melalui gudang di wilayah masing-masing. “Insyah Allah masyarakat sudah mulai menerima bantuan pangan hari ini,” katanya.

Ia memastikan seluruh warga terdampak banjir memperoleh bantuan tanpa adanya perbedaan perlakuan. Data korban terdampak menjadi dasar pemerintah menentukan jumlah bantuan yang dikirim ke setiap daerah. “Semua masyarakat terdampak kita bantu. Tidak ada yang dibedakan,” tegasnya.

Di Kota Kendari, bantuan diterima langsung Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, didampingi Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari.

Nismawati menjelaskan bantuan beras CPP dari pemerintah pusat harus segera dikeluarkan dari gudang Bulog pada hari yang sama sesuai arahan pemerintah pusat.

Karena itu, bantuan langsung dipindahkan ke gedung eks media center Rumah Jabatan Wali Kota Kendari untuk dilakukan pengemasan ulang sebelum disalurkan ke masyarakat melalui Dinas Sosial, kelurahan hingga tingkat RT.

Ia menjelaskan mekanisme distribusi bantuan CPP berbeda dengan bantuan biasa karena jumlah beras dihitung berdasarkan jumlah jiwa dalam satu rumah tangga. Setiap warga terdampak memperoleh 2,1 kilogram beras.

“Kalau ada 10 jiwa dalam satu rumah maka mendapat 21 kilogram beras. Kalau tiga jiwa berarti 6,3 kilogram. Jadi distribusinya harus benar-benar disesuaikan dengan data korban,” jelas Nismawati.

Proses distribusi pun cukup menantang karena beras dari Bulog masih dikemas dalam karung ukuran 50 kilogram sehingga harus dipisahkan kembali sesuai jumlah penerima.

Meski demikian, pemerintah memastikan bantuan akan terus disalurkan secara bertahap hingga seluruh masyarakat terdampak banjir menerima bantuan pangan yang menjadi kebutuhan utama selama masa pemulihan bencana.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA