Pemkot Kendari Genjot Penyaluran Beras untuk Korban Banjir, Ribuan Warga Terdampak Terima Bantuan

waktu baca 2 menit
Minggu, 17 Mei 2026 22:33 66 radarkendari.id

KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir tetap terpenuhi.

Melalui program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), bantuan beras kembali disalurkan secara bertahap ke sejumlah kecamatan pada Minggu (17/5/2026).

Distribusi bantuan ini dilakukan berdasarkan data warga terdampak yang telah diverifikasi, sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menegaskan bahwa pemerintah berupaya maksimal menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang masih belum stabil.

“Bantuan disalurkan berdasarkan jumlah jiwa dalam setiap keluarga, sehingga besarannya menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Data penyaluran menunjukkan Kecamatan Poasia menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak.

Sebanyak 359 kepala keluarga atau 1.252 jiwa menerima bantuan yang tersebar di lima kelurahan, dengan Kelurahan Anduonohu mencatat angka tertinggi yakni 244 kepala keluarga atau 849 jiwa.

Sementara itu, di Kecamatan Kambu, bantuan menjangkau 276 kepala keluarga dengan total 1.452 jiwa di Kelurahan Kambu. Disusul Kecamatan Wua-Wua dengan 71 kepala keluarga atau 295 jiwa di Kelurahan Bonggoeya.

Penyaluran juga dilakukan di Kecamatan Kadia untuk 18 kepala keluarga (67 jiwa), Kecamatan Abeli sebanyak 180 kepala keluarga (641 jiwa), serta Kecamatan Mandonga, Puuwatu, dan Baruga dengan total ratusan jiwa penerima lainnya.

Sahuriyanto menjelaskan, kelancaran distribusi tidak lepas dari koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari tingkat kelurahan hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pendataan berlapis dilakukan guna meminimalkan potensi kesalahan penyaluran.

Tak hanya fokus pada bantuan pangan, Pemkot Kendari juga terus mengintensifkan penanganan pascabanjir. Upaya tersebut meliputi layanan kesehatan bagi warga terdampak, pembersihan lingkungan, hingga pemantauan wilayah yang masih rawan genangan.

Langkah terpadu ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah situasi darurat akibat bencana banjir.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA