Tinggi Hilal Awal Zulhijjah 1447 H di Sulawesi Tenggara Capai 4,5 Derajat

waktu baca 2 menit
Minggu, 17 Mei 2026 18:55 192 radarkendari.id

Kolaka – Hasil pemantauan (rukyatul hilal) awal bulan Zulhijjah 1447 Hijriah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) secara teknis astronomis menunjukkan posisi hilal yang sudah cukup tinggi.

Berdasarkan data resmi Badan Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Sultra, tinggi hilal hakiki di bumi Anoa dilaporkan telah mencapai posisi 4,570° dengan jarak sudut antara matahari dan bulan (elongasi) sebesar 8,61°.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra, H. Mansur, mengungkapkan bahwa dari segi perhitungan matematis-astronomis (hisab), posisi hilal di wilayah Sultra sebenarnya sudah memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan pemerintah.

“Data dari tim ahli kita di lapangan menunjukkan umur bulan saat matahari terbenam sudah menginjak 13 jam 46 menit 43 detik sejak terjadinya ijtimak. Sementara fraksi iluminasi atau cahaya bulan yang terpantul berada di angka 0,51%,” jelas H. Mansur.

Lebih lanjut, H. Mansur merincikan detail hasil observasi sebagai berikut:

  • Waktu Pengamatan: Matahari di lokasi pemantauan terbenam (sunset) tepat pada pukul 17:47:38 WITAdengan arah azimut 289.370°.

  • Posisi Hilal: Berada di sebelah Utara dan tepat di atas matahari.

  • Daya Tahan (Lag Time): Hilal memiliki lama waktu di atas ufuk selama 24,47 menit sebelum akhirnya bulan ikut terbenam pada pukul 18:12:06 WITA.

Meski posisi hilal di atas kertas sudah cukup tinggi, H. Mansur menyebutkan faktor cuaca di lokasi markas observasi, yaitu di Pantai Bahari, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, menjadi tantangan tersendiri bagi para perukyat.

“Kondisi cuaca di sekitar ufuk barat Pantai Bahari dilaporkan dalam keadaan gerah, mendung, hingga berawan sebagian.

Alhasil, tebalnya awan tersebut menghalangi pandangan langsung tim di lapangan, baik yang menggunakan mata telanjang maupun instrumen teleskop canggih milik Kanwil Kemenag dan Tim Hilal BMKG,” tambahnya.

Seluruh data teknis hasil observasi serta laporan kondisi cuaca ini telah dicatatkan secara resmi oleh Ketua Tim Hisab Rukyat Sultra, Hanan, S.Pd.I.

Sidang pemantauan tersebut juga dikawal langsung oleh Hakim Peradilan Agama Kolaka, Sofian, untuk kepentingan pengambilan sumpah jika ada perukyat yang berhasil melihat hilal di tengah kondisi berawan.

“Hasil dan data konkret dari titik observasi Kolaka ini langsung kami laporkan dan teruskan ke Kementerian Agama Pusat di Jakarta malam ini juga. Data ini akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam Sidang Isbat nasional untuk menentukan awal Zulhijjah serta hari raya Idul Adha 1447 H,” pungkas H. Mansur.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA