Tak Hanya Bagi Modal, Pemkot Kendari dan Baznas Gelar Bimtek UMKM Agar Mustahik Naik Kelas Jadi Muzakki

waktu baca 3 menit
Senin, 25 Mei 2026 15:56 43 radarkendari.id

KENDARI — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari berkomitmen bahwa pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan materi.

Menindaklanjuti arahan Wali Kota Kendari, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Baznas menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) serta pelatihan intensif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kantor Baznas Kendari, Senin (25/05/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan stimulus modal usaha sebesar Rp195 juta yang dialokasikan bagi 195 pelaku UMKM (masing-masing menerima Rp1 juta) dapat dikelola secara produktif, efektif, dan berkelanjutan.

Penyerahan bantuan modal ini sendiri merupakan kelanjutan simbolis dari momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari yang ke-195.

Bimtek sebagai Motivasi dan Pengawal Keberhasilan Usaha

Ketua Baznas Kota Kendari, Amri Natsir, menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek ini menjadi pembeda utama agar bantuan yang disalurkan tidak habis begitu saja untuk kebutuhan konsumtif.

Melalui pelatihan ini, para pelaku usaha diberikan motivasi spiritual dan strategi praktis dalam mengelola modal usaha.

“Bimtek ini dimaksudkan agar setelah kita memberikan bantuan, mereka tidak dilepas begitu saja. Kita berikan pendampingan dan motivasi bagaimana modal Rp1 juta ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Amri Natsir.

Amri juga membagikan simulasi optimistis dalam pelatihan tersebut. Jika peserta Bimtek mampu menerapkan strategi usaha dengan baik hingga menghasilkan omset Rp1 juta per hari dengan keuntungan 20 persen, mereka bisa mengantongi pendapatan bersih Rp6 juta per bulan.

Dengan manajemen yang matang hasil pelatihan, para pelaku UMKM yang saat ini berstatus sebagai mustahik (penerima zakat) diharapkan segera mandiri dan naik kelas menjadi muzakki (pembayar zakat) di masa depan.

Pelatihan Dilakukan Bertahap Menyesuaikan Program

Mengingat pentingnya kualitas pendampingan dan adanya penyesuaian program kerja lain, pelaksanaan penyaluran modal yang menyertai rangkaian pembekalan ini dilakukan secara bertahap.

Wakil Ketua Baznas Kota Kendari, Achmad Mudair, menyebutkan bahwa program kolaborasi ini dibagi ke dalam empat tahapan.

“Insyaallah kita laksanakan ini dalam empat tahap. Untuk tahap berikutnya akan berjalan pada bulan Juni nanti. Ini komitmen bersama untuk menyelesaikan target 195 orang penerima sesuai angka hari jadi kota,” jelas Achmad Mudair.

Komitmen Pemkot: Dorong Kemandirian Lewat Edukasi

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kendari, Dr. Sapril, menambahkan bahwa Bimtek dan pelatihan ini adalah bagian dari skema besar kebijakan pemerintah kota dalam menggerakkan ekonomi dari sektor bawah.

Melalui edukasi di dalam Bimtek, pemerintah ingin menanamkan semangat baru bagi UMKM mikro kecil agar mampu mengembangkan bisnisnya.

“Kita berharap dengan adanya pelatihan dan motivasi ini, setidaknya bisa menjadi pemantik semangat baru bagi para pelaku usaha untuk berkembang,” ujarnya.

“Target jangka panjang kita jelas, lewat pembekalan seperti ini, tahun depan mereka bukan lagi sebagai penerima bantuan, melainkan justru menjadi pihak yang datang ke Baznas untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah,” pungkas Dr. Sapril.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA