Warga Sambuli Ancam Boikot Program Puskesmas Nambo Jika Bidan Pepi Tak Dikembalikan Bertugas Layani Masyarakat

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Jul 2026 21:24 52 redaksi

RADAR KENDARI – Polemik pencopotan Bidan Pepi dari wilayah tugasnya di Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo, kian memanas.

Warga setempat terang-terangan menolak keras keputusan Kepala Puskesmas (Kapus) Nambo dan menuntut agar Bidan Pepi segera dikembalikan ke posisinya semula.

Abdul Latif, salah seorang warga Sambuli yang ikut mengawal aksi protes ini, angkat bicara dengan nada tinggi.

Menurutnya, gerakan yang dilakukan oleh ibu-ibu di Sambuli adalah murni gerakan nurani yang kesal karena bidan kesayangan mereka dipindahtugaskan secara sepihak.

“Gerakan kemarin itu betul-betul gerakan nurani ibu-ibu yang kesal dengan penarikan bidannya. Mereka sangat menyukai Bidan Pepi. Gerakan itu bukan dibangun oleh Bidan Pepi, tapi ibu-ibu sendiri! Saya hanya mengawalnya,” tegas Abdul Latif saat diwawancarai media ini, Kamis (09/07/2026).

Abdul Latif juga membantah keras pemberitaan atau isu yang menyebutkan bahwa ada ancaman pembakaran Puskesmas Nambo terkait konflik ini.

Ia menilai tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal dan cenderung memojokkan warga serta Bidan Pepi.

“Persoalan di situ ada yang menyampaikan bahwa Bidan Pepi mau membakar Puskesmas, itu tidak ada! Omong kosong itu! Bidan Pepi itu bukan orang bodoh, bukan orang gila, bukan orang temperamen atau sinting. Dia orang waras, orang baik, dan benar dalam menjalankan tugasnya,” cerocosnya berapi-api.

Ia menambahkan, jika Puskesmas Nambo dibakar, maka yang rugi adalah warga Sambuli sendiri yang selama ini berobat di sana.

Warga menilai alasan penurunan kinerja yang dituduhkan kepada Bidan Pepi adalah fitnah. Abdul Latif bahkan menantang pihak Puskesmas untuk menemukan bidan lain yang memiliki dedikasi setara dengan Bidan Pepi.

“Kalau ada samanya Bidan Pepi di sini, di Kelurahan Sambuli, saya bayar! Bayangkan, kemarin ibu-ibu ada yang jalan kaki 2 sampai 3 kilo sambil menangis, meminta jangan diganti bidan kami. Dia itu tahu situasi kondisi masyarakat, mau hujan, panas, subuh, siang, malam, dia tetap hajar (melayani),” tambahnya.

Sebagai bentuk protes keras, warga Sambuli mengancam akan melakukan boikot total terhadap seluruh program kesehatan yang diluncurkan oleh Puskesmas Nambo, termasuk kegiatan Posyandu, sampai Bidan Pepi dikembalikan.

“Ketika Bidan Pepi tidak turun, maka masyarakat Sambuli bergerak menolak program-program yang diluncurkan oleh Puskesmas Nambo, kecuali bidannya kembali!” ketus Latif.

Mewakili keresahan ibu-ibu di Sambuli, Abdul Latif meminta dengan amat sangat kepada Wali Kota Kendari dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari untuk segera membatalkan surat pemindahan tersebut dan mengembalikan Bidan Pepi ke Kelurahan Sambuli.

“Kami masyarakat Sambuli memohon, meminta kepada Wali Kota Kendari dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari agar Bidan Pepi ditetapkan kembali di Kelurahan Sambuli. Tolong bersikap tegas, jangan diganti!” pungkasnya.

Laporan : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA