Pelintas di Jalan Kawasan Adi Bahasa Kendari (Depan RM Bang Awal Baruga) harus ekstra hati-hati karena luapan limbah di jalan. Didokumentasikan pada, Senin (26/01/2026) pukul 17.53 WITA. Foto : Agus Setiawan RADARKENDARI.ID – Kondisi ruas Jalan Adi Bahasa, tepatnya di depan Rumah Makan (RM) Bang Awal, Kelurahan Kecamatan Baruga, Kota Kendari kian hari kian memprihatinkan.

Luapan limbah di Jalan Adi Bahasa Baruga Kendari.
Bukannya surut, luapan limbah rumah tangga dan drainase yang tersumbat justru semakin parah, memaksa para pelintas maupun warga sekitar “menelan pil pahit” akibat aroma busuk dan genangan air kotor.
Pantauan di lapangan, Senin, 26 Januari 2026 pukul 17.50 WITA menunjukkan genangan air limbah berwarna keruh tersebut mencapai ketinggian 10 hingga 20 cm.
Tak hanya menghambat laju kendaraan, percikan air dari kendaraan yang melintas seringkali mengenai pejalan kaki maupun pengendara motor.

Luapan limbah menggenangi jalan depan Rumah Makan Bang Awal Baruga Kendari.
Rudi, salah seorang pelintas yang setiap hari melewati kawasan tersebut, meluapkan kekesalannya.
Menurutnya, kondisi ini sudah sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
“Setiap lewat sini harus ekstra hati-hati. Kalau ada mobil kencang, kami yang motoran terpaksa ‘mandi limbah’. Baunya sangat menyengat dan genangannya makin tinggi, apalagi kalau hujan turun,” keluh Rudi kepada media (26/01).
Masalah genangan di kawasan ini sebenarnya bukan barang baru. Sebelumnya, masyarakat sempat menaruh harapan besar saat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari menyatakan akan melakukan penanganan segera.
Dalam pemberitaan sebelumnya, pihak PUPR menjanjikan aksi nyata untuk membenahi drainase yang tersumbat guna mengurai genangan di Jalan Adi Bahasa.
Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa hingga saat ini, masalah tersebut belum tuntas sepenuhnya dan justru menunjukkan tren peningkatan volume luapan.

Genangan limbah di Jalan Adi Bahasa depan RM Bang Awal Kendari.
Warga sekitar mempertanyakan efektivitas “Gerak Cepat” yang dijanjikan pemerintah. Pasalnya, jika terus dibiarkan, kawasan ini dikhawatirkan akan menjadi sumber penyakit dan merusak struktur aspal jalan akibat terendam air secara terus-menerus.
Selain masalah genangan, aroma tidak sedap yang menusuk hidung masih menjadi keluhan utama. Area di sekitar RM Bang Awal yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi justru terganggu karena polusi bau tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pewarta media ini masih berupaya menghubungi Dinas PUPR Kendari untuk mendapatkan hak jawab (klarifikasi) atas pemberitaan ini.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar