Satu unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) baru saja tiba di Pelabuhan Kendari pada Jumat (22/5/2026) setelah diangkut menggunakan kapal MV Heng Ji 168. KENDARI – Terminal Petikemas (TPK) Kendari terus memantapkan langkah modernisasinya dengan menambah kekuatan alat bongkar muat petikemas.
Satu unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) baru saja tiba di Pelabuhan Kendari pada Jumat (22/5/2026) setelah diangkut menggunakan kapal MV Heng Ji 168.
Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak kapasitas layanan terminal di tengah melonjaknya arus logistik di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Proses pembongkaran alat berat modern berukuran raksasa ini berlangsung sibuk di area dermaga.
Mengingat dimensi dan bobotnya yang besar, seluruh proses bongkar muat diawasi secara ketat oleh petugas operasional, tim teknik pelabuhan, serta Tim HSSE guna memastikan semua tahapan berjalan dengan aman dan lancar.
Menuju Total 5 Unit RTG: Kapasitas Pelayanan Diproyeksikan Meningkat
Kehadiran armada baru ini melengkapi empat unit RTG yang sebelumnya telah beroperasi di TPK Kendari. Dengan total lima unit RTG yang kini dimiliki, kapasitas pelayanan di lapangan penumpukan diproyeksikan akan meningkat signifikan.
Peningkatan fasilitas ini dinilai krusial mengingat tren aktivitas bongkar muat di Kendari terus tumbuh positif dalam beberapa tahun terakhir.
Pertumbuhan arus barang tersebut tidak hanya didorong oleh kebutuhan domestik masyarakat, melainkan juga ditopang oleh pesatnya perkembangan sektor pertambangan, perkebunan, serta geliat perdagangan antarpulau di kawasan tersebut.
Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Bukan sekadar alat berat biasa, unit E-RTG yang didatangkan ini mengadopsi teknologi berbasis tenaga listrik.
Ini merupakan bukti nyata komitmen pengelola pelabuhan dalam menghadirkan operasional yang ramah lingkungan.
Dibandingkan dengan alat konvensional berbasis diesel, teknologi E-RTG ini jauh lebih efisien dan mampu menekan konsumsi bahan bakar serta mengurangi emisi karbon di area pelabuhan.
Keberadaan alat canggih ini diharapkan dapat memangkas waktu tunggu kapal (dwelling time) melalui proses bongkar muat yang jauh lebih cepat.
Efisiensi waktu ini menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran rantai pasok distribusi barang, khususnya untuk wilayah Sulawesi Tenggara dan konektivitas di kawasan Indonesia Timur.
Angin Segar bagi Pelaku Usaha Logistik
Modernisasi ini disambut baik oleh para pengguna jasa pelabuhan. Kalangan pelayaran dan pelaku usaha logistik mengaku optimis bahwa penambahan armada ini akan memberikan dampak langsung pada kecepatan pelayanan serta memberikan kepastian jadwal distribusi barang yang lebih akurat.
Di tengah persaingan industri kepelabuhanan yang semakin ketat, investasi pada teknologi modern menjadi sebuah keharusan.
Dukungan fasilitas yang madais mendongkrak daya saing TPK Kendari sekaligus menjawab tuntutan efisiensi dari dunia usaha.
Langkah maju ini sekaligus mempertegas posisi strategis Kendari sebagai salah satu simpul logistik utama yang adaptif terhadap perkembangan industri logistik nasional.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar