Hj.Cemma : Momentum Baru Menata Gizi Bangsa

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Jun 2026 21:22 38 radarkendari.id

KENDARI – Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto yang diumumkan pada Selasa (2/6/2026) malam, bukan sekadar rotasi jabatan biasa.

Pencopotan Dadan Hindayana beserta jajaran wakilnya, dan penunjukan Nanik Sudaryanti Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, merupakan sinyal kuat bahwa pemerintah tidak menoleransi stagnasi dalam program prioritas nasional, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tegas Presiden ini patut diapresiasi sebagai bentuk respons cepat atas dinamika lapangan.

Sebagaimana disuarakan oleh Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Hj. Hasmawati, SE, (Hj. Cemma) menegaskan, program MBG adalah agenda strategis yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak di daerah-daerah yang membutuhkan sentuhan gizi lebih intensif.

“Ketika sebuah program menyentuh langsung aspek fundamental kualitas sumber daya manusia, maka tidak ada ruang bagi tata kelola yang lamban atau koordinasi yang tumpul,” ujarnya.

Perubahan kepemimpinan di BGN harus dimaknai sebagai upaya “penyegaran” untuk mengakselerasi efektivitas distribusi nutrisi yang lebih tepat sasaran, tepat waktu, dan akuntabel.

“Harapan publik, termasuk di wilayah Sulawesi Tenggara, sangat tinggi agar transisi kepemimpinan ini mampu membenahi rantai pasok dan mekanisme pengawasan di lapangan,” jelasnya.

Bagi daerah seperti Sulawesi Tenggara yang memiliki tantangan geografis tersendiri dalam jangkauan layanan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci.

Peran aktif DPRD dalam melakukan pengawasan, seperti yang ditegaskan Hj. Hasmawati adalah bentuk kontrol sosial yang penting untuk memastikan bahwa setiap sen anggaran yang dikeluarkan benar-benar menjelma menjadi sepiring makanan bergizi bagi generasi penerus bangsa.

Kepemimpinan baru di BGN kini mengemban ekspektasi besar. Tantangan utamanya bukan sekadar seremonial pergantian, melainkan bagaimana merealisasikan visi besar Presiden Prabowo Subianto agar tidak ada lagi anak Indonesia yang terpinggirkan dari hak dasarnya atas nutrisi yang layak.

“Kita menunggu gebrakan nyata dari komposisi baru BGN ini dalam membenahi birokrasi penyaluran gizi nasional agar lebih inklusif, transparan, dan berdampak luas bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Mas’ud
Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA