Pencarian Hari Ke-4 Pemancing yang Jatuh dari Longboat di Perairan Lasalimu, Tim SAR Gabungan Bagi Dua Tim

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Jun 2026 08:57 45 radarkendari.id

RADAR KENDARI – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan (Ops SAR) hari ke-4 terhadap seorang pemancing yang dilaporkan terjatuh dari perahu longboat di sekitar perairan Lasalimu, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton.

Operasi pencarian pada Rabu (17/06/2026) ini dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan memfokuskan penyisiran di beberapa titik koordinat potensial.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, menjelaskan bahwa guna mengoptimalkan pencarian di hari keempat ini, Tim SAR gabungan membagi kekuatan menjadi dua tim terpisah.

“Tim 1 bergerak menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir area seluas 25 NM² (Mil Laut). Sementara Tim 2 menggunakan longboat milik warga setempat untuk melakukan penyisiran dengan radius seluas 6,8 NM²,” jelas Amiruddin.

Peristiwa nahas ini bermula pada Sabtu, 13 Juni 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. Korban yang diketahui bernama Insan (30), seorang warga Desa Lasalimu Pantai, pergi melaut seorang diri untuk memancing dengan menggunakan longboat.

Namun, pada Minggu, 14 Juni 2026, perahu longboat beserta telepon genggam (HP) milik korban ditemukan dalam kondisi kosong dan terdampar di pesisir Desa Koepisino (Tanah Merah), Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara.

Masyarakat dan pihak terkait sempat melakukan pencarian awal secara mandiri, namun hasilnya nihil hingga akhirnya informasi tersebut dilaporkan ke KPP Kendari.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di lokasi pencarian hari ini terpantau cukup mendukung, kecepatan angin: 11 km/jam yang bertiup dari arah timur.

Untuk memaksimalkan operasi penyelamatan, sejumlah Peralatan SAR (Palsar) modern diturunkan ke lokasi, termasuk alat pendeteksi bawah air.

Berikut rincian alut yang digunakan: Rescue Car, Rigid Inflatable Boat (RIB), Longboat,

Aquaeye (sonar pemindai korban di bawah air), Palsar Medis & Evakuasi, Peralatan komunikasi dan pendukung keselamatan lainnya.

Ops SAR ini melibatkan kerja sama solid dari berbagai unsur guna mempercepat penemuan korban.

Adapun unsur-unsur yang terlibat di lapangan meliputi: SAR Mission Coordinator (SMC) beserta Staf SMC KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polairud Buton Utara, Masyarakat sekitar, dan Keluarga korban.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif di atas permukaan laut dan memantau tanda-tanda keberadaan korban.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA