Baznas Gelar Dialog Bersama Penghulu dan Penyuluh Agama, Optimalkan Pengumpulan Zakat Melalui UPZ KUA di Kendari

waktu baca 4 menit
Kamis, 18 Jun 2026 14:11 74 radarkendari.id

RADAR KENDARI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari menggelar kegiatan Dialog dan Diskusi bersama para Penghulu, Penyuluh Agama Islam, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Kendari, Kamis (18/06/2026).

Foto bersama panitia dan narasumber dalam kegiatan Dialog dan Diskusi Baznas Kota Kendari bersama para Penghulu, Penyuluh Agama Islam, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Kendari, Kamis (18/06/2026). Foto : Agus Setiawan

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah konkret untuk mengoptimalkan pengumpulan dan pendayagunaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di wilayah Kota Kendari.

Ketua Panitia Kegiatan, H. Abdul Halim Asyary, dalam laporannya menyampaikan bahwa acara ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari penyuluh, penghulu, dan pengurus UPZ KUA dari berbagai kecamatan di Kota Kendari.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dibiayai oleh anggaran program advokasi dan dakwah Baznas Kota Kendari tahun 2026.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Baznas dengan para penghulu, penyuluh agama, serta pengurus UPZ KUA. Tujuannya adalah mendukung pengelolaan zakat yang profesional, optimal, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat,” ujar H. Abdul Halim Asyary.

Kepala Baznas Kota Kendari, Amri Natsir.

Ketua Baznas Kota Kendari, Amri Natsir, mengungkapkan bahwa pembentukan UPZ di tingkat KUA sebenarnya sudah pernah dilakukan beberapa tahun lalu, namun sempat tidak berjalan aktif.

Melalui momentum sebelum Ramadan lalu, pihaknya telah memperbarui dan membentuk kembali kepengurusan UPZ KUA di seluruh kecamatan se-Kota Kendari.

Amri menekankan pentingnya menghidupkan kembali UPZ ini agar tidak vakum seperti masa lalu. Ia juga meluruskan kekhawatiran para petugas di lapangan terkait isu pungutan liar (pungli).

“Urusan di KUA itu sudah ada aturan jelas mengenai apa saja yang boleh dipungut. Namun untuk zakat, ini adalah tugas mulia sebagai pengumpul zakat resmi berdasarkan undang-undang, sehingga tidak perlu takut dianggap pungli selama dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi,” tegas Amri Natsir.

Kepala Baznas Sultra, H.Punardin

Ketua Baznas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Punardin, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Baznas Kendari.

Ia menyebutkan bahwa dari seluruh daerah di Sultra, hanya ada lima wilayah yang pengumpulannya di atas Rp1 miliar, salah satunya adalah Kota Kendari.

Menurut Punardin, penghulu dan penyuluh adalah garda terdepan karena mereka yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Melalui mereka, edukasi dan kesadaran berzakat diharapkan bisa meningkat. Ia juga memastikan bahwa pengelolaan zakat di Baznas dipantau melalui tiga jalur pengawasan ketat: pengawasan internal bulanan dari Baznas Provinsi, audit kepatuhan syariah dari Kemenag per enam bulan, dan audit akuntan publik eksternal setiap tahun.

“Potensi Kota Kendari ini sangat bagus. Dari sisi pengumpulan sudah kuat, tinggal ditingkatkan lagi agar jangkauan manfaatnya bisa lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Punardin.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari, Hj. Marni, turut memberikan dukungan penuh terhadap program ini.

Ia mengingatkan bahwa dengan jumlah penduduk Kota Kendari yang mencapai kurang lebih 355.000 jiwa, potensi zakat yang bisa digali sangatlah besar.

Hj. Marni menekankan pentingnya memulai dari diri sendiri (ibda’ bi nafsi) dalam menunaikan zakat profesi sebesar 2,5%, khususnya bagi para Kepala KUA dan jajaran ASN Kemenag.

Selain itu, demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan transparansi di era digital, ia menyarankan agar pemungutan zakat tidak lagi dilakukan secara tunai secara pribadi, melainkan memanfaatkan teknologi.

“Di era digital ini, mari kita berikan edukasi kepada masyarakat secara transparan. Buatlah flyer informasi yang mencantumkan nomor rekening resmi UPZ masing-masing KUA atau rekening Baznas. Jadi, ketika penghulu atau penyuluh memberikan edukasi atau saat proses pernikahan, masyarakat bisa langsung mentransfer ke rekening resmi tersebut. Ini jauh lebih aman dan akuntabel,” saran Hj. Marni.

Melalui dialog ini, diharapkan seluruh UPZ KUA di Kota Kendari dapat bergerak aktif dan menjadi motor penggerak utama dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat demi kemaslahatan umat di Kota Kendari.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA