Basarnas melaksanakan pencarian terhadap seorang pemancing yang terjatuh dari longboat di perairan Lasalimu, Kecamatan Lasalimu Selatan, Sulawesi Tenggara. RADAR KENDARI – Operasi pencarian dan pertolongan (Ops SAR) hari ketujuh terhadap seorang pemancing yang terjatuh dari longboat di perairan Lasalimu, Kecamatan Lasalimu Selatan, resmi dihentikan.
Hingga hari terakhir, Sabtu (20/06/2026), tim SAR gabungan belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., menyatakan bahwa keputusan penutupan operasi ini diambil setelah seluruh upaya pencarian hingga pukul 13.45 WITA memberikan hasil nihil.
“Mengingat Ops SAR telah memasuki hari ke-7 dan tidak adanya tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ujar Amiruddin.
Peristiwa naas ini bermula pada Sabtu, 13 Juni 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. Korban yang diketahui bernama Insan (30), warga Desa Lasalimu Pantai, pergi memancing seorang diri menggunakan perahu longboat di sekitar perairan Lasalimu.
Kekhawatiran muncul setelah keesokan harinya, Minggu 14 Juni 2026, *longboat* beserta ponsel milik korban ditemukan terdampar tanpa awak di pesisir Desa Koepisino (Tanah Merah), Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara.
Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan oleh pihak terkait sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak SAR.
Pada pencarian hari ketujuh, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin mencapai 11 km/jam dari arah timur berdasarkan data BMKG.
Tim SAR gabungan telah menyisir area potensial dengan mengerahkan berbagai alut (alat utama) modern.
Meski didukung oleh peralatan canggih seperti Aquaeye serta koordinasi matang dari SAR Mission Coordinator (SMC), luasnya medan dan kendala di lapangan membuat keberadaan korban belum bisa terungkap hingga batas waktu standar operasi SAR terpenuhi.
Pihak keluarga korban pun telah diinformasikan mengenai penutupan operasi ini dengan penuh rasa simpati.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar