Petani Buah di Nanga-Nanga Curhat Minim Perhatian Distan Kendari, Keluhkan Pendampingan Yang Belum Merata

waktu baca 2 menit
Sabtu, 1 Agu 2026 18:46 50 redaksi

RADAR KENDARI — Para petani di kawasan Agrowisata Nanga-Nanga, Kelurahan Baruga, Kota Kendari, mengeluhkan minimnya perhatian dan pendampingan dari Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari.

Aspirasi dan keluhan ini mengemuka dalam gelaran Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tani Merdeka Kota Kendari yang berlangsung di kawasan kelompok tani (Poktan) Nanga-Nanga, Sabtu (01/08/2026).

Boy, salah satu petani di Nanga-Nanga, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap porsi pendampingan yang dinilai kurang merata.

Menurutnya, Distan Kota Kendari terkesan ‘pilih kasih’ karena lebih banyak memfokuskan kegiatan pendampingan di wilayah persawahan Amohalo dan Labibia, serta kawasan penanaman jagung di Puuwatu.

“Dinas Pertanian jarang datang disini (Kawasan Pertanian Nanga-nanga). Pendampingan paling banyak dilakukan di kawasan persawahan Amohalo dan Labibia, serta penanaman jagung di Puuwatu. Padahal, di kawasan agrowisata Nanga-Nanga ini kami para petani juga aktif membudidayakan tanaman buah-buahan seperti durian, alpukat, pisang, salak, hingga porang,” ujar Boy.

Atas kondisi tersebut, para petani di kawasan Nanga-Nanga sangat berharap adanya intervensi bantuan yang nyata dari dinas terkait, di antaranya:

  • Bibit berkualitas untuk menunjang produktivitas tanaman buah dan porang.
  • Pasokan pupuk yang mencukupi dan terjangkau.
  • Infrastruktur irigasi guna memastikan ketersediaan air bagi lahan perkebunan.

Di sisi lain, para petani menyambut positif dan mengapresiasi langkah cepat Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari yang memilih menggelar kegiatan langsung di tingkat tapak untuk menyerap aspirasi mereka secara nyata.

Langkah ini dinilai sebagai angin segar bagi para petani yang merindukan perhatian langsung di lapangan.

Selain itu, para petani juga menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Menurut mereka, pihak Kementan sejauh ini dinilai konsisten dan rutin memberikan bantuan yang disalurkan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kecamatan Baruga, Sulawesi Tenggara.

Petani berharap melalui momentum Rakerda Tani Merdeka ini, suara dan kebutuhan mereka di Nanga-Nanga dapat didengar oleh Pemerintah Kota Kendari agar pemerataan bantuan dan pendampingan sektor pertanian bisa terwujud tanpa membeda-bedakan komoditas maupun wilayah.

Pewarta media ini masih berupaya menghubungi Dinas Pertanian Kota Kendari untuk mendapatkan keterangan resmi terkait perihal ini.

Laporan : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA