Ketua Panitia Musyawarah Besar (Mubes) I Kerukunan Keluarga Buton Tengah (KK-Buteng), Nurman. BAUBAU – Kota Baubau bakal jadi di ramaikan oleh orang Buteng. Ribuan warga Buton Tengah yang berdomisili di Baubau dipastikan tumpah ruah menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) I Kerukunan Keluarga Buton Tengah (KK-Buteng).
Bukan sekadar kumpul-kumpul, Mubes perdana ini bakal jadi arena bergensi perebutan kursi Ketua KK-Buteng Baubau.
Ketua Panitia, Nurman menegaskan, konsolidasi lintas 7 kecamatan se-Buteng sudah rampung. Animo warga disebut menggema
“Ribuan peserta siap hadir. Ini bukan lagi wacana, ini gerakan. Warga Buteng di Baubau sudah lama butuh wadah pemersatu,” tegas Nurman, Sabtu (19/9/2026).
Mubes sakral ini akan digelar 26 September 2026 di Gedung Arasalana. Selain pemilihan ketua, forum tertinggi ini akan menggodok AD/ART dan program kerja yang selama ini dinanti.
Menurut pria yang juga mantan Koordinator Ikatan Senat Ekonomi Indonesia Wilayah Sulawesi Tenggara menjelaskan, KK-Buteng lahir karena keresahan. Selama ini warga Buteng di Baubau dinilai berjalan sendiri-sendiri tanpa komando.
“Selama ini ada sekat-sekat yang tidak terlihat. Dengan KKBT, kita satukan semua elemen masyarakat. Kita satu darah, satu Lipu, harus satu komando,” ujarnya.
Tak main-main, barisan tokoh besar Buteng sudah menyatakan sikap, H.Samahudin, Ali La Opa, AKBP. Ridwan. Kompol Bahtiar. H.Radeni, AKBP (Purn) Ilyas, DR. Suriadi, Kompol Suriadin, H.Mas’ud Buani, H. Ramli, Arsyad Juma, H. La Popo, H.Basri Umar. H. Muhammad Ridwan, H. Halimi, H. Maynu Mau, Hj. Ratna Saleh, H. Hasim Umar, Saleh Ganiru. H.Rusdin, H. Sudin, DR. Faharudin, dan Dr.Suwardi.
“Restu tokoh sudah kami kantongi. Responnya sangat positif. Tinggal kita buktikan 26 September nanti, Baubau bakal kita ramaikan dengan Mubes KK-Buteng,” pungkas Nurman.
Panitia pun melempar tantangan terbuka: siapa pun warga Buteng yang ada di Baubau, wajib hadir. Ini sejarah pertama KKBT, jangan sampai absen.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar