Asmo Sulsel Gelar “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi”, Edukasi Mahasiswa tentang Bahaya Berkendara Saat Mengantuk

waktu baca 3 menit
Kamis, 1 Okt 2026 12:24 69 redaksi

RADAR KENDARI – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali menghadirkan edukasi keselamatan berkendara yang dekat dengan kehidupan generasi muda melalui seminar safety riding bertajuk “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi”.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow ini berlangsung pada Rabu, 30 September 2026 di Astra Motor Experience Center (AMEC), Trans Studio Mall Makassar, dengan melibatkan sekitar 60 mahasiswa dari sejumlah universitas di Kota Makassar.

Berbeda dari edukasi safety riding pada umumnya, seminar ini mengangkat topik yang lekat dengan keseharian anak muda, yakni budaya minum kopi.

Talkshow menghadirkan Wanny selaku instruktur safety riding Asmo Sulsel, Aipda Mahir Dg Rani sebagai perwakilan Polrestabes Makassar, serta Gloria Christine selaku ex-barista Maxx Coffee.

Ketiga pembicara membahas keterkaitan antara kopi, kondisi tubuh, dan keselamatan saat berkendara dari perspektif yang berbeda.

Dalam sesi talkshow, peserta diajak memahami bahwa kopi saat ini telah menjadi bagian dari lifestyle anak muda dan kerap dipilih sebagai cara untuk membantu mengatasi rasa kantuk.

Gloria menjelaskan bahwa kafein dalam kopi bekerja dengan menekan pengaruh adenosin, senyawa alami dalam tubuh yang berkaitan dengan rasa lelah dan kantuk. Namun, efek tersebut bersifat sementara sehingga kopi tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.

Hal tersebut kemudian dikaitkan dengan aspek keselamatan berkendara. Wanny dan Aipda Mahir menekankan bahwa rasa kantuk dan kelelahan dapat menurunkan kewaspadaan serta kemampuan pengendara dalam merespons kondisi di jalan.

Karena itu, ketika tubuh sudah memberikan tanda membutuhkan istirahat, tidur atau beristirahat tetap menjadi langkah utama, bukan mengandalkan kopi untuk memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

“Anak muda sangat dekat dengan kopi, sehingga kami ingin menggunakan kebiasaan tersebut sebagai pintu masuk untuk membahas keselamatan berkendara. Kopi memang bisa membantu mengurangi rasa kantuk untuk sementara, tetapi bukan berarti tubuh sudah kembali siap untuk berkendara. Kalau sudah lelah atau mengantuk, pilihan yang paling aman adalah berhenti dan beristirahat terlebih dahulu,” ujar Wanny.

Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan pendekatan edukasi yang relevan dengan keseharian generasi muda menjadi salah satu cara Asmo Sulsel untuk menyampaikan pesan keselamatan secara lebih dekat.

“Kami ingin edukasi safety riding tidak hanya berbicara mengenai aturan dan teknik berkendara, tetapi juga mengangkat hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Melalui ‘Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi’, kami mengajak mahasiswa memahami bahwa menjaga keselamatan juga berarti mampu mengenali kondisi tubuh sebelum berkendara,” ungkap Yusticia.

Seminar berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan, baik mengenai kopi maupun keselamatan berkendara.

Melalui kegiatan ini, Asmo Sulsel berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya mempersiapkan kondisi fisik sebelum berkendara serta menerapkan prinsip #Cari_Aman, sehingga perjalanan menuju berbagai aktivitas dan mimpi dapat dilakukan dengan lebih selamat.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA