Mahasiswi STIE Enam Enam Kendari Raih Juara II FORKESTRA 2026, Angkat Isu Akses Kendari New Port

waktu baca 4 menit
Selasa, 6 Okt 2026 23:59 103 redaksi

RADAR KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa STIE Enam Enam Kendari.

Mahasiswi Program Studi S1 Akuntansi, Indi Amrianti, berhasil meraih Juara II FORKESTRA 2026yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (KPw BI Sultra).

Dalam kompetisi tersebut, Indi mengangkat karya berjudul “Jalan Rusak, Ekonomi Tersendat: Revitalisasi Akses Kendari New Port untuk Ekosistem Ekonomi Sultra yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global.”

Melalui karya tersebut, Indi menyoroti kondisi akses menuju Kendari New Port yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan aktivitas perekonomian di Sulawesi Tenggara.

Menurut Indi, persoalan akses jalan menuju pelabuhan tidak semata-mata berkaitan dengan infrastruktur. Kondisi tersebut juga memiliki keterkaitan dengan efisiensi logistik hingga daya saing ekonomi daerah.

“Apabila akses menuju pelabuhan belum optimal, tentu dapat menimbulkan hambatan seperti waktu tempuh yang lebih lama, biaya logistik yang meningkat, serta kurang optimalnya pergerakan barang dan aktivitas ekonomi. Dari situ saya melihat bahwa persoalan jalan bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan efisiensi ekonomi dan daya saing daerah,” ujar Indi.

Dalam menyusun karya tersebut, Indi terlebih dahulu mengidentifikasi persoalan yang dinilai relevan dengan kondisi Sulawesi Tenggara. Ia kemudian melakukan pencarian data dan referensi, menganalisis dampak persoalan terhadap perekonomian, serta menyusun gagasan yang dapat menjadi alternatif solusi.

Naskah yang telah disusun kemudian melalui beberapa kali revisi untuk memperkuat argumentasi dan memperjelas gagasan yang ditawarkan. Tahap berikutnya diisi dengan persiapan materi presentasi serta latihan penyampaian gagasan di hadapan dewan juri.

Indi mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar dalam kompetisi tersebut adalah bagaimana mengembangkan persoalan jalan rusak yang terlihat sederhana menjadi gagasan yang memiliki perspektif ekonomi sekaligus menawarkan solusi yang jelas.

“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengubah permasalahan yang terlihat sederhana, yaitu jalan rusak, menjadi sebuah gagasan yang memiliki perspektif ekonomi dan solusi yang jelas. Saya juga harus memastikan data dan argumen yang digunakan dapat mendukung gagasan tersebut,” katanya.

Ia menilai kekuatan utama karyanya terletak pada kedekatan isu yang diangkat dengan kondisi nyata di daerah. Persoalan jalan tidak hanya dilihat dari sisi infrastruktur, tetapi juga dikaitkan dengan biaya logistik, distribusi barang, aktivitas pelaku usaha, hingga daya saing ekonomi Sulawesi Tenggara.

Bagi Indi, capaian sebagai Juara II FORKESTRA 2026 menjadi pengalaman berharga. Ia mengaku bersyukur karena sejak awal mengikuti kompetisi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perolehan juara.

“Saya sangat bersyukur, senang, dan cukup tidak menyangka bisa meraih Juara II. Sejak awal tujuan saya bukan hanya mengejar juara, tetapi juga ingin membawa sebuah permasalahan yang ada di daerah menjadi sebuah gagasan yang bisa didengar dan dipertimbangkan,” ungkapnya.

Indi juga menyampaikan apresiasi kepada KPw BI Sultra yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan serta melihat berbagai persoalan ekonomi daerah dari perspektif generasi muda.

Apresiasi juga diberikan kepada dosen dan lingkungan kampus STIE Enam Enam Kendari yang telah memberikan dukungan selama proses penyusunan karya hingga tahap presentasi.

Ia mengajak mahasiswa lainnya untuk tidak ragu memanfaatkan berbagai kesempatan dan berani mengikuti kompetisi.

“Jangan menunggu merasa benar-benar siap untuk mulai mencoba. Dari mengikuti kompetisi kita bisa belajar, mendapatkan pengalaman, dan menemukan kemampuan yang sebelumnya tidak kita sadari. Menang itu bonus, tetapi keberanian untuk mencoba adalah langkah pertama menuju prestasi yang lebih besar,” pungkas Indi.

Sementara itu, Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Akuntansi STIE Enam Enam Kendari, Nita Hasnita, S.Ak., M.E., mengapresiasi capaian yang diraih Indi.

Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa STIE Enam Enam Kendari mampu mengangkat persoalan daerah menjadi gagasan yang memiliki nilai dan perspektif akademik.

“Prestasi ini tentu membanggakan dan menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu membawa persoalan daerah menjadi gagasan yang bernilai. Kami berharap capaian Indi dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus belajar, berani berkompetisi, dan menghasilkan prestasi,” ujar Nita Hasnita.

Prestasi Indi menjadi bagian dari upaya STIE Enam Enam Kendari dalam mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan akademik, meningkatkan pengalaman, serta aktif mengikuti berbagai kompetisi.

Pihak kampus berharap capaian tersebut dapat mendorong semakin banyak mahasiswa STIE Enam Enam Kendari untuk menunjukkan potensi dan prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA