Dua Akademisi UHO Ikuti Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi 2026

waktu baca 3 menit
Kamis, 15 Okt 2026 22:17 67 redaksi

RADAR KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola perguruan tinggi melalui keikutsertaan dua akademisi dalam Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Tahap II Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 23–24 September 2026 di Kantor Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Program ini diikuti 66 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya dalam kelas Future Leaders yang dipersiapkan untuk memperkuat kompetensi pemimpin dan calon pemimpin perguruan tinggi.

Dua delegasi UHO yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. Muhammad Arba, S.Si., M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Farmasi, serta Prof. Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, S.P., M.P., yang menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UHO.

AKPT Tahap II merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, pemahaman tata kelola, serta kemampuan strategis para akademisi dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai perencanaan strategis dan transformasi organisasi yang berdampak nyata.

Materi tersebut menitikberatkan pada kesiapan pemimpin menghadapi era disrupsi, kemampuan membaca arah perubahan (sensing), menangkap peluang inovasi (seizing), serta penggunaan indikator yang terukur untuk memperkuat akuntabilitas perguruan tinggi.

Memasuki hari kedua, pembahasan berfokus pada ekonomi kreatif, ekosistem inovasi, manajemen talenta, serta pengembangan organisasi pembelajar di lingkungan kampus.

Peserta juga mendalami strategi memperkuat ketahanan finansial perguruan tinggi melalui kerja sama antarlembaga, pengelolaan risiko, dan optimalisasi sumber daya yang dimiliki institusi.

Bagi UHO, keikutsertaan dalam program tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat strategi pengembangan institusi, terutama dalam membangun ekosistem talenta unggul, meningkatkan kualitas tata kelola, serta mendorong inovasi berbasis kolaborasi.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pengembangan sistem informasi talenta unggul yang terintegrasi dan diperbarui secara berkala.

Langkah ini diharapkan dapat membantu institusi memetakan kompetensi sumber daya manusia sekaligus mendukung penempatan dan pengembangan talenta sesuai kebutuhan organisasi.

Selain itu, UHO didorong untuk memastikan pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) berjalan secara konsisten sebagai bagian dari penguatan sistem penjaminan mutu internal.

Pengembangan inovasi juga menjadi perhatian melalui kolaborasi hexahelix yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, serta upaya mendorong komersialisasi hasil riset agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan institusi.

Di bidang manajemen dan keuangan, UHO perlu merumuskan strategi ketahanan finansial untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk skenario penurunan pendanaan publik pada tahun berikutnya.

Strategi tersebut mencakup optimalisasi aset institusi yang belum produktif, pengembangan sumber pendapatan baru di luar uang kuliah (non-tuition revenue), serta identifikasi dan mitigasi tiga risiko operasional maupun strategis yang berpotensi menghambat pencapaian target World Class University.

Sebagai tindak lanjut keikutsertaan dalam AKPT Tahap II, kedua delegasi UHO telah merumuskan rencana aksi untuk 100 hari ke depan.

Rencana tersebut meliputi pemetaan kompetensi prioritas, perancangan sistem informasi sumber daya manusia unggul, integrasi indikator kinerja institusi dengan sistem informasi kampus, serta identifikasi peluang kerja sama baru.

Hasil dan rencana aksi tersebut selanjutnya akan didiseminasikan kepada para pimpinan unit terkait di lingkungan UHO agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan prioritas pengembangan institusi.

Melalui langkah tersebut, UHO diharapkan mampu memperkuat kualitas kepemimpinan, meningkatkan efektivitas tata kelola, serta membangun ekosistem inovasi dan ketahanan finansial yang berkelanjutan untuk mendukung pencapaian visi sebagai perguruan tinggi berdaya saing global.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA