Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menyampaikan pesan tegas kepada para awak media atau wartawan yang bertugas di Kota Kendari agar senantiasa bersikap objektif dan tidak menjadi provokator dalam pemberitaan, khususnya terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). RADAR KENDARI — Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menyampaikan pesan tegas kepada para awak media atau wartawan yang bertugas di Kota Kendari agar senantiasa bersikap objektif dan tidak menjadi provokator dalam pemberitaan, khususnya terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Hal tersebut diungkapkan Sudirman saat memberikan keterangan dalam sebuah pertemuan bersama Forkopimda di Kendari belum lama ini.
Ia menekankan pentingnya peran media dalam menjaga situasi kondusif di tengah masyarakat tanpa memperkeruh keadaan.
“Kami minta juga kepada wartawan, bantu pemerintah kota. Jangan sampai wartawan menjadi provokator, kami minta seperti itu. Terserah mau bikin berita bagaimana, kami minta wartawan jangan menjadi provokator, bawa gara-gara pemerintah menutup eceran bahwa langkah di lapangan,” tegas Sudirman.
Dalam kesempatan yang sama, Sudirman membeberkan bahwa kondisi pasokan BBM di Kota Kendari sejatinya dalam kondisi aman dan mencukupi.
Berdasarkan pemantauannya bersama pihak Pertamina dan para pengusaha BBM, pasokan di Kota Kendari bahkan memiliki surplus sekitar 10 persen dibanding kuota yang ada di Pertamina.
Pihaknya juga telah melakukan pengecekan langsung terhadap operasional SPBU di berbagai titik di Kota Kendari.
Hasilnya, antrean di sebagian besar SPBU terpantau tertib dengan durasi tunggu yang relatif singkat, yakni berkisar antara 10 hingga 15 menit saja dan tidak ada yang mengular hingga lebih dari 30 menit.
Menurutnya, antrean yang sempat terlihat di beberapa titik lebih disebabkan oleh faktor teknis di lapangan, seperti penambahan jumlah nosel pengisian pada kendaraan bermotor untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Sudirman juga menyoroti keberadaan pedagang eceran BBM di Kota Kendari yang jumlahnya tercatat mencapai 1.181 titik.
Keberadaan pedagang eceran ini dinilai turut membantu para pengendara, termasuk para pengemudi ojek online, dalam mendapatkan BBM dengan lebih mudah di berbagai titik lingkungan.
Oleh karena itu, pemerintah kota mengajak seluruh pihak, termasuk insan pers, untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat dengan informasi yang berimbang, akurat, dan menyejukkan, serta menghindari narasi yang berpotensi memicu kepanikan di tengah warga.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar