Sabet Dua Penghargaan IDTI Awards 2026, Jasa Raharja Perkuat Layanan Digital Korban Kecelakaan

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Nov 2026 08:55 39 redaksi

RADAR KENDARI — PT Jasa Raharja kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir transformasi digital di sektor pelayanan publik dan perlindungan dasar korban kecelakaan.

BUMN yang berada di bawah naungan ekosistem Danantara Indonesia ini memborong dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Digital Technology & Innovation (IDTI) Awards 2026 yang digelar di Jakarta.

Dalam ajang yang diinisiasi oleh BusinessUpdate.id bekerja sama dengan BRAIN IPB tersebut, Jasa Raharja dianugerahi penghargaan Best Digital Customer Experience of the Year 2026 – National Champion.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, dinobatkan sebagai The Best Inspiring CEO in Digital Transformation of the Year 2026 – National Champion.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan pemacu semangat untuk terus menghadirkan layanan yang responsif dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Penghargaan ini kami maknai sebagai dorongan untuk terus memastikan transformasi digital memberi manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Teknologi harus membantu warga memperoleh layanan yang lebih mudah, cepat, dan jelas, terutama ketika mereka membutuhkan perlindungan dasar saat mengalami kecelakaan lalu lintas,” ujar Awaluddin.

Awaluddin menjelaskan, fondasi utama transformasi digital Jasa Raharja berfokus pada integrasi end-to-end yang menghubungkan proses bisnis, pengelolaan data, layanan, hingga sistem pengambilan keputusan.

Sistem internal Jasa Raharja kini telah terintegrasi secara real-time dengan berbagai mitra strategis, mulai dari Kepolisian, rumah sakit, Samsat, lembaga keuangan, hingga instansi pemerintah terkait.

Sejumlah inovasi digital unggulan yang telah berjalan mencakup platform layanan JR Care, JR Connect, dan MyJasfren.

Selain itu, Jasa Raharja juga mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta otomatisasi untuk mempercepat validasi dokumen pengajuan santunan, analisis data penerimaan Sumbangan Wajib (SWDKLLJ), hingga pemanfaatan dasbor pemantauan kinerja operasional secara real-time.

“Implementasi AI dan teknologi ini dilakukan secara bertahap dengan menerapkan tata kelola yang ketat, pengendalian akses, perlindungan data pribadi, serta pemantauan berkelanjutan demi menjamin keamanan data masyarakat,” jelasnya.

Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, Jasa Raharja telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan digital jangka panjang periode 2026–2030. Strategi ini ditujukan untuk memperkuat integrasi data, meningkatkan kapasitas analitik presisi, serta membangun model transformasi adaptif demi mendukung pelayanan prima.

“Ukuran keberhasilan digitalisasi bukan hanya pada sistem yang dibangun, melainkan pada kemudahan masyarakat saat mengakses layanan dan kepastian saat membutuhkan bantuan. Karena itu, kami akan terus memperkuat integrasi, keamanan, dan kualitas proses agar perlindungan dapat diberikan secara tepat,” tutup Awaluddin.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA